Oleh: Edy Basri
Delapan puluh tahun sudah Bhayangkara berdiri,
menjaga negeri dari batas pantai hingga puncak gunung,
menjadi penjaga malam ketika rakyat terlelap,
menjadi penegak hukum ketika keadilan dipanggil.
Di usia ke-80 ini,
Polri bukan sekadar seragam dan tanda pangkat,
tetapi tentang pengabdian yang tumbuh dari keberanian,
tentang ketulusan yang hadir di tengah masyarakat,
dan tentang janji yang terus dijaga untuk Indonesia.
Di Bumi Nene Mallomo, Kabupaten Sidrap,
terukir pula kisah seorang pemimpin yang meninggalkan jejak.
Dr. Fantry Taherong,
dua tahun mengemban amanah sebagai Kapolres Sidrap,
menghadirkan keteduhan dalam pelayanan,
ketegasan dalam penegakan hukum,
serta membangun sinergi yang menguatkan persatuan.
Kini beliau mendapat amanah baru sebagai Kabag Binkar Polda Sulsel, bagian dari mutasi dan promosi di lingkungan Polri.
Selamat menapaki tugas baru,
semoga setiap langkah menjadi ladang pengabdian yang lebih luas.
Prestasi yang ditorehkan di Sidrap akan tetap dikenang,
bukan hanya sebagai catatan jabatan,
tetapi sebagai kenangan tentang kepemimpinan yang memberi teladan.
Hari Bhayangkara ke-80 adalah tentang kesinambungan,
ketika satu amanah ditunaikan dengan baik,
dan amanah berikutnya dijemput dengan penuh tanggung jawab.
Dirgahayu Bhayangkara ke-80.
“Polri Untuk Masyarakat.”
Semoga Polri semakin profesional, modern, dan terpercaya.
Dan kepada AKBP Dr. Fantry Taherong, S.H., S.I.K., M.H.,
selamat atas jabatan baru sebagai Kabag Binkar Polda Sulsel.
Terima kasih atas pengabdian di Sidrap.
Jejak boleh berpindah tempat,
namun dedikasi akan selalu tinggal di hati masyarakat. (*)
