Puisi: Pukul Tiga
PuisiOleh: Dinda Fatimah Zahra Karpet hijau menjadi ruang sidang, lampu lima watt menjadi saksi. Malam ini aku membuka perkara atas diriku sendiri: terlalu banyak hari kulewatkan dengan kata nanti, terlalu banyak waktu kubuang hanya untuk menunda lagi. Masa lalu datang sebagai jaksa, membacakan tuntutan tanpa jeda. Kipas angin menghamburkan debu dari berkas perkara, sementara dompet […]
Terkini
Puisi: Semut (M)erah
Puisi
Puisi: Lapar Pujian
Puisi
Puisi: Sumpah Serapah
Puisi
Puisi: Puasa Luka
Puisi
Puisi: Kelebihan Ingatan
Puisi
Puisi: 72 Ribu ke Sidrap
Puisi
Tenanglah di SisiNya
Puisi
Filosofi Sepiring MBG
Puisi
Cara Ibu Menyimpan Umur
Puisi
Doa di Dalam Voucher
Puisi
Indonesiaku
Puisi
Sudah ditampilkan semua
