Di aplikasi belanja,
kolom voucher terbuka
seperti celah kecil
tempat orang menitipkan untung.
Aku mengetik kode:
hemat, gratis, tanggal tua.
Tidak ada yang cocok.
Semua doa kedaluwarsa.
Di keranjang, beras dua kilo,
sabun cuci, minyak goreng,
dan satu barang kecil
yang kuhapus pelan-pelan.
Puisi: Ritual Menghilangkan BebanTotal belanja berubah angka.
Ongkir berdiri sendiri,
seperti tamu jauh
yang ikut minta makan.
Aku mencari potongan harga
dengan jari pelan.
Layar memantulkan wajah
yang pura-pura masih memilih.
Di bawah tombol bayar,
ada tulisan kecil:
gunakan sebelum tengah malam.
Aku membacanya dua kali.
Di luar kamar,
rice cooker mengklik pelan.
Nasi matang,
tetapi lauk belum punya kabar.
Puisi: Gincu Merah BataVoucher terakhir gagal dipakai.
Aku menutup aplikasi.
Di keranjang itu,
barang-barang tetap menunggu
seperti sudah mengenalku.
Tanjung Priok, 24 Juni 2026
