Aceh Tengah, Katasulsel.com — Di tengah banyaknya proyek infrastruktur yang tersebar di berbagai daerah, perhatian Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka tertuju pada satu titik di pedalaman Aceh: Jembatan Lumut.
Kamis (6/8/2026), Gibran meninjau langsung progres rehabilitasi jembatan yang berada di Desa Lumut, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Kunjungan itu menjadi sinyal kuat bahwa pembangunan nasional tidak hanya berfokus pada kawasan perkotaan, tetapi juga menjangkau wilayah yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat di daerah.
Jembatan Lumut bukan sekadar infrastruktur penghubung. Bagi masyarakat Aceh Tengah, jembatan tersebut merupakan akses vital yang menopang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, perdagangan, hingga pelayanan publik di ruas nasional Takengon–Isé-Isé.
Ketika jembatan itu terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lumut pada awal 2025, dampaknya langsung dirasakan masyarakat. Karena itu, rehabilitasi yang kini berjalan menjadi harapan baru bagi kelancaran aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Dalam kunjungan tersebut, Gibran menerima paparan terkait progres pekerjaan yang telah mencapai 40 persen. Rehabilitasi dilakukan menggunakan metode modern dengan peninggian struktur jembatan sekitar 1,5 meter melalui teknologi hydraulic jack, disertai penguatan konstruksi, rehabilitasi railing, dan pengecatan ulang struktur baja.
Langkah ini tidak hanya bertujuan memperbaiki kerusakan, tetapi juga meningkatkan ketahanan jembatan terhadap potensi banjir di masa mendatang.
Kehadiran Wakil Presiden di lokasi proyek mendapat apresiasi karena menunjukkan perhatian pemerintah pusat terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, konektivitas wilayah menjadi salah satu faktor utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.
Plt Executive Vice President Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya, Hamdani, mengatakan dukungan pemerintah menjadi motivasi bagi seluruh tim untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai target dan standar kualitas yang ditetapkan.
Menurutnya, rehabilitasi Jembatan Lumut akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, mulai dari peningkatan keselamatan pengguna jalan hingga memperlancar distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.
Lebih dari itu, proyek ini mencerminkan arah pembangunan nasional yang tidak hanya mengejar pembangunan fisik, tetapi juga memastikan setiap daerah memiliki akses yang memadai untuk tumbuh dan berkembang.
Bagi masyarakat Aceh Tengah, Jembatan Lumut bukan hanya proyek konstruksi.
Ia adalah simbol hadirnya negara di tengah kebutuhan rakyat.
Dan ketika Wakil Presiden datang langsung melihat progresnya, pesan yang ingin disampaikan menjadi jelas: konektivitas daerah tetap menjadi prioritas dalam pembangunan Indonesia. (*)
