Jakarta, katasulsel.com — Pagi hari, Purbaya Yudhi Sadewa masih datang ke Senayan sebagai Menteri Keuangan.

Ia duduk dalam rapat bersama Komite IV DPD RI. Agenda pembahasannya pun bukan perkara kecil: APBN 2027 dan Nota Keuangan.

Namun, hari itu ternyata menjadi hari terakhir Purbaya mengenakan jabatan Menteri Keuangan.

Di tengah kesibukannya mengikuti rapat di kawasan Senayan, Purbaya disebut menerima telepon dari pihak Istana.

Momen tersebut kemudian menjadi perhatian setelah video percakapan dan aktivitas Purbaya di tengah rapat beredar.

Dari informasi yang beredar, telepon tersebut berkaitan dengan pemberhentian dirinya dari posisi Menteri Keuangan.

Belum lama berselang, kabar yang semula hanya menjadi pembicaraan berubah menjadi kenyataan.

Sore harinya, Presiden Prabowo Subianto melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan yang baru di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Suahasil menggantikan Purbaya.

Dengan pelantikan itu, tongkat kendali Kementerian Keuangan resmi berpindah tangan.

Ironisnya, beberapa jam sebelumnya Purbaya masih menjalankan tugasnya sebagai Menteri Keuangan dalam forum resmi di Senayan.

Seolah tidak ada tanda-tanda bahwa hari itu akan menjadi penutup masa jabatannya.

Purbaya sebelumnya menduduki kursi Menteri Keuangan sejak September 2025, menggantikan Sri Mulyani Indrawati. Masa tugasnya berakhir setelah Presiden Prabowo melakukan perombakan Kabinet Merah Putih pada Senin ini.

Sementara Suahasil bukan wajah baru di Kementerian Keuangan.

Sebelum dilantik sebagai Menteri Keuangan, ia merupakan Wakil Menteri Keuangan dan telah lama berada di lingkungan kementerian tersebut.

Dalam pelantikan di Istana Negara, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo.

Usai dilantik, Suahasil menyebut mendapat arahan Presiden untuk melanjutkan tugas Kementerian Keuangan dengan menjaga APBN tetap kredibel dan dapat dipercaya, sekaligus mendukung program prioritas pemerintah.

Pergantian itu sekaligus membuat satu hari di bulan September 2026 menjadi momen yang sulit dilupakan.

Pagi Purbaya masih memimpin urusan fiskal negara.

Siang kabar pergantian datang melalui telepon.

Sore hari, orang lain sudah berdiri di Istana dan mengucapkan sumpah sebagai Menteri Keuangan yang baru.

Satu hari.

Satu telepon.

Satu keputusan Istana.

Dan satu kursi Menteri Keuangan yang berpindah tangan. (*)