Jakarta, katasulsel.com — Awalnya hanya dua kata.

“Ditelepon.”

Itulah jawaban singkat Suahasil Nazara ketika wartawan mencegatnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (14/9/2026).

Tak ada penjelasan panjang.

Tak ada bocoran.

Tak ada pernyataan soal jabatan baru.

Suahasil hanya tersenyum tipis lalu melangkah masuk ke dalam Istana.

Namun beberapa jam kemudian, publik tahu alasan sebenarnya.

Ia tidak datang sebagai tamu.

Ia tidak datang sekadar menghadiri acara.

Ia datang untuk dilantik.

Dan ketika keluar dari Istana, statusnya sudah berubah.

Suahasil Nazara resmi menjadi Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kursi paling berpengaruh dalam pemerintahan.

Salah satu jabatan yang menentukan ke mana triliunan rupiah uang negara akan mengalir.

Momen itu menjadi salah satu kejutan politik dan ekonomi yang paling banyak dibicarakan hari ini.

Sebab sejak siang, suasana Istana memang sudah memancing rasa penasaran.

Sejumlah pejabat terlihat berdatangan.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Suahasil.

Ia datang mengenakan jas biru muda dan dasi senada.

Pakaian yang belakangan identik dengan prosesi pelantikan pejabat di era Presiden Prabowo Subianto.

Banyak yang mulai menebak-nebak.

Tetapi belum ada yang benar-benar tahu.

Bahkan ketika ditanya wartawan, Suahasil hanya menjawab singkat.

“Ditelepon.”

Kini, dua kata itu memiliki makna yang jauh lebih besar.

Telepon dari Istana ternyata menjadi panggilan menuju kursi Menteri Keuangan.

Suahasil bukan sosok baru di dunia keuangan negara.

Ia sudah lama berada di lingkaran inti kebijakan fiskal Indonesia.

Sebelum menjabat Wakil Menteri Keuangan, ia dikenal sebagai ekonom yang terlibat dalam berbagai perumusan kebijakan penting pemerintah.

Karena itu, pelantikannya dianggap sebagai langkah yang relatif aman untuk menjaga kesinambungan pengelolaan APBN.

Namun bagi publik, yang paling menarik justru adalah dramanya.

Pagi datang sebagai wakil.

Sore pulang sebagai menteri.

Perubahan status yang terjadi hanya dalam hitungan jam.

Di Istana Negara, Suahasil mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo Subianto sebelum menandatangani berita acara pelantikan.

Prosesi berlangsung khidmat.

Tetapi di luar Istana, perbincangan langsung bergulir.

Apa alasan pergantian ini?

Apa yang akan berubah di Kementerian Keuangan?

Dan bagaimana arah kebijakan ekonomi ke depan?

Pertanyaan-pertanyaan itu masih menunggu jawaban.

Yang pasti, mulai hari ini Suahasil tidak lagi berada satu langkah di belakang Menteri Keuangan.

Ia kini berada di kursi utama.

Kursi yang mengawasi penerimaan negara, belanja pemerintah, pajak, subsidi, hingga pembiayaan program-program strategis nasional.

Singkatnya, kursi yang memegang salah satu kunci terpenting dalam pemerintahan.

Dan semuanya bermula dari sebuah telepon.

“Ditelepon.”

Dua kata yang. (*)