Wajo, katasulsel.com β Kalau ada yang mengira emas cuma identik dengan kota besar, datanya justru berkata lain.
Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, berada di posisi paling atas dalam daftar kabupaten dengan persentase rumah tangga yang memiliki emas atau perhiasan dengan berat minimal 10 gram.
Angkanya bikin melirik: 53,23 persen.
Artinya, lebih dari separuh rumah tangga di Wajo tercatat memiliki aset emas atau perhiasan dengan bobot minimal 10 gram.
Data BPS tahun 2025 tersebut juga memperlihatkan satu hal menarik: Sulawesi Selatan mendominasi papan atas.
Bukan cuma Wajo.
Sidrap ikut nongol di posisi ketiga dengan persentase 49,95 persen.
Soppeng berada di posisi keempat dengan 45,23 persen.
Pangkep menyusul di posisi kelima dengan 44,80 persen.
Jadi, empat dari lima daerah teratas dalam daftar tersebut berasal dari Sulawesi Selatan.
Wajo di puncak.
Sidrap di posisi ketiga.
Soppeng keempat.
Pangkep kelima.
Dan ceritanya belum selesai.
Kepulauan Selayar juga masuk jajaran atas dengan 40,97 persen dan menempati posisi ketujuh.
Maros berada di peringkat kesembilan dengan 36,97 persen.
Barru menyusul di posisi ke-10 dengan 36,71 persen.
Pinrang juga masuk daftar 15 besar dengan angka 33,31 persen.
Kalau dihitung, nama-nama dari Sulawesi Selatan muncul berulang kali dalam daftar tersebut.
Wajo, Sidrap, Soppeng, Pangkep, Selayar, Maros, Barru hingga Pinrang.
Ini bukan sekadar soal siapa yang punya perhiasan paling banyak.
Data tersebut menggambarkan bagaimana emas masih menjadi salah satu bentuk aset yang disimpan rumah tangga.
Di banyak daerah, emas bukan cuma aksesori.
Ia bisa menjadi tabungan.
Bisa menjadi cadangan ketika membutuhkan dana.
Dan bagi sebagian keluarga, emas juga sudah menjadi bagian dari cara menyimpan kekayaan dalam jangka panjang.
Wajo bahkan menjadi satu-satunya kabupaten dalam daftar tersebut yang menembus angka 50 persen, yakni 53,23 persen.
Di luar Sulawesi Selatan, Nagan Raya di Aceh berada di posisi kedua dengan 51,31 persen.
Sementara Wakatobi, Sulawesi Tenggara, berada di posisi keenam dengan 42,74 persen.
Dominasi daerah luar Jawa di papan atas ini menarik karena menunjukkan bahwa kepemilikan emas tidak hanya menjadi fenomena masyarakat perkotaan.
Justru sejumlah kabupaten menjadi daerah dengan persentase kepemilikan yang sangat tinggi.
Namun ada satu catatan penting.
Angka BPS ini menunjukkan persentase rumah tangga yang memiliki aset emas atau perhiasan dengan berat minimal 10 gram.
Jadi, angka 53,23 persen untuk Wajo bukan berarti 53,23 persen warga Wajo memiliki emas senilai jumlah tertentu.
Yang diukur adalah proporsi rumah tangga yang memiliki aset emas atau perhiasan dengan batas berat tersebut.
Tetapi tetap saja, posisi Wajo menarik.
Begitu juga Sidrap dan Soppeng.
Tiga nama dari Sulawesi Selatan itu berada di tiga posisi teratas setelah Nagan Raya.
Kalau ada yang bertanya daerah mana di Indonesia yang rumah tangganya paling banyak memiliki emas atau perhiasan minimal 10 gram?
Jawabannya ada di Sulawesi Selatan.
Namanya Wajo.
Dan di belakangnya, ada Sidrap, Soppeng, Pangkep, Selayar, Maros, Barru hingga Pinrang yang ikut membuat nama Sulsel berkilau di daftar nasional.
Sumber: BPS 2025
