Jakarta, katasulsel.com β Pasar saham Indonesia seperti sedang naik roller coaster.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjun tajam hingga sekitar 2,5β2,6 persen ketika kabar pergantian Menteri Keuangan mencuat. Namun, setelah Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa, arah IHSG mendadak berubah.
Pasar yang sebelumnya panik mulai menarik napas.
IHSG berbalik menguat dan sempat menyentuh level 6.546,74 atau naik 0,08 persen pada perdagangan Senin (14/9/2026).
Namun, penguatan itu tidak bertahan sampai akhir sesi.
IHSG akhirnya ditutup melemah tipis 0,10 persen ke level 6.534,69. Nilai transaksi juga terbilang besar, mencapai sekitar Rp17,77 triliun.
Cerita belum selesai.
Memasuki perdagangan Selasa (15/9/2026), IHSG kembali mendapat tekanan. Pada awal perdagangan, indeks bahkan turun menembus level psikologis 6.500 dan berada di sekitar 6.488,56 atau melemah 0,71 persen.
Pergantian menteri ternyata bukan satu-satunya cerita yang dimainkan pasar.
Pasar Lega, Tapi Belum Tenang
Penunjukan Suahasil Nazara justru dinilai memberi sedikit kepastian bagi pelaku pasar.
Suahasil bukan sosok baru di lingkungan fiskal. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Karena itu, pergantian Purbaya ke Suahasil dipandang tidak serta-merta berarti perubahan drastis arah kebijakan fiskal.
Situasi tersebut memunculkan apa yang biasa disebut relief rally.
Sederhananya, pasar sempat cemas karena ketidakpastian. Setelah sosok pengganti diketahui dan dianggap mampu menjaga kesinambungan kebijakan, sebagian tekanan pun mereda.
Tetapi investor belum sepenuhnya santai.
Sentimen global masih menjadi pemberat.
Tekanan dari bursa saham Amerika Serikat dan koreksi saham-saham teknologi serta semikonduktor global ikut merembet ke pasar Asia, termasuk Indonesia.
Investor asing juga tercatat melakukan aksi jual bersih sekitar Rp337 miliar pada perdagangan Senin.
Saham Bank Ikut Menahan IHSG
Tekanan juga datang dari saham-saham berkapitalisasi besar, terutama sektor perbankan.
Koreksi pada saham big caps membuat ruang IHSG untuk melanjutkan penguatan menjadi lebih terbatas.
Inilah yang membuat pergerakan IHSG terlihat tidak biasa.
Pergantian Menteri Keuangan memang sempat membuat pasar panik. Tetapi setelah nama pengganti diumumkan, kepanikan mereda. Pada saat yang sama, tekanan dari luar negeri justru tetap berjalan.
Akibatnya, IHSG bergerak dua arah.
Naik belum tentu aman.
Turun juga belum tentu berarti pasar menolak menteri baru.
Pasar sedang menghitung ulang risiko.
Untuk investor, perhatian berikutnya bukan hanya pada siapa yang duduk di kursi Menteri Keuangan.
Arah kebijakan fiskal Suahasil Nazara, kondisi ekonomi global, pergerakan suku bunga Amerika Serikat, serta arus dana asing akan menjadi faktor penting yang menentukan ke mana IHSG bergerak selanjutnya.
Dengan kata lain, drama pergantian Menteri Keuangan mungkin sudah selesai di Istana.
Tetapi dramanya di lantai bursa belum tentu berakhir. (edy)
