Bungku, Katasulsel.com β Hari itu bendera berkibar di Pelabuhan Kelas III Bungku. Upacara Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 berlangsung khidmat. Para pegawai berbaris rapi. Sambutan dibacakan. Doa dipanjatkan.
Namun bagi Andi Arwin Yunus, SH, peringatan Harhubnas tidak berhenti di lapangan upacara.
Usai memimpin upacara sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelabuhan Kelas III Bungku, ia memilih turun ke laut.
Bersama jajarannya, Andi Arwin menggelar aksi bersih laut dan pantai. Setelah itu dilanjutkan patroli pengawasan wilayah perairan untuk memastikan keselamatan pelayaran dan keamanan laut tetap terjaga.
Inilah wajah lain Harhubnas di Bungku. Tidak banyak seremoni. Lebih banyak aksi.
βKeselamatan pelayaran tidak cukup dibicarakan. Harus dijaga setiap hari,β begitu kira-kira pesan yang ingin ditunjukkan melalui kegiatan tersebut.
Di dunia kepelabuhanan, pekerjaan sering kali tidak terlihat oleh masyarakat. Ketika kapal berlayar dengan aman, ketika dermaga beroperasi tanpa gangguan, ketika alur pelayaran tetap lancar, di balik itu ada banyak tugas yang harus dijalankan.
Mulai dari pengawasan lalu lintas kapal, pemantauan alur pelayaran, pengamanan daerah lingkungan kerja pelabuhan (DLKr), pengawasan daerah lingkungan kepentingan pelabuhan (DLKp), hingga memastikan standar keselamatan dan keamanan pelayaran berjalan sesuai ketentuan.
Semua itu menjadi bagian dari tanggung jawab yang sehari-hari diemban jajaran Pelabuhan Kelas III Bungku.
Karena itu, dalam rangkaian Harhubnas 2026, Andi Arwin tidak ingin peringatan hanya menjadi kegiatan simbolik.
Aksi bersih laut dan pantai dipilih sebagai bentuk kepedulian terhadap kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari ekosistem maritim. Sementara patroli laut dilakukan untuk memantau kondisi perairan serta mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas pelayaran.
Langkah tersebut mencerminkan gaya kepemimpinan yang lebih banyak bekerja di lapangan dibanding sekadar berada di balik meja.
Di tengah meningkatnya aktivitas transportasi laut dan distribusi logistik antarpulau, peran pelabuhan menjadi semakin strategis. Pelabuhan bukan hanya tempat kapal bersandar, tetapi juga simpul konektivitas yang menghubungkan ekonomi masyarakat.
Karena itu, pelayanan kepelabuhanan, keselamatan pelayaran, dan keamanan laut menjadi tiga pilar yang terus diperkuat.
Harhubnas ke-55 di Bungku akhirnya menjadi lebih dari sekadar upacara tahunan.
Saat sebagian orang merayakan di darat, Andi Arwin Yunus dan jajarannya memilih memastikan laut tetap aman.
Sebab mereka paham, Indonesia boleh disebut negara maritim. Tetapi predikat itu hanya akan berarti jika lautnya dijaga, pelayarannya selamat, dan pelabuhannya terus bekerja tanpa henti. (*)
