Enrekang, Katasulsel.com – Pernah melihat makanan berbentuk sederhana, tetapi menyimpan perjalanan panjang dari peternakan hingga meja makan? Di Enrekang, makanan itu bernama dangke.

Dangke merupakan pangan tradisional khas Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang dibuat dari penggumpalan protein susu kerbau atau susu sapi menggunakan getah pepaya. Teksturnya padat dan kenyal, dengan cita rasa gurih yang membuatnya mudah dikenali sebagai salah satu kuliner khas daerah tersebut.

Sekilas, dangke mungkin tampak seperti olahan susu biasa. Namun, cara membuatnya justru menjadi bagian menarik dari makanan ini.

Susu segar dipanaskan, kemudian diberi getah pepaya. Enzim papain dalam getah tersebut berfungsi menggumpalkan protein susu. Setelah bagian padat dan cair terpisah, gumpalan susu disaring lalu dicetak. Dalam pengolahan tradisional, cetakan dangke dapat menggunakan tempurung kelapa.

Dari proses sederhana itu lahirlah dangke yang selama ini dikenal masyarakat Enrekang. Bahan bakunya pun tidak selalu berasal dari kerbau. Penelitian tentang dangke mencatat bahwa pangan tersebut dapat dibuat dari susu kerbau maupun susu sapi.

Lantas, sejak kapan dangke dikenal masyarakat Enrekang?

Sebuah kajian yang diterbitkan dalam Prosiding Seminar Nasional Pertanian menyebut dangke telah dikenal sejak 1905. Kajian tersebut juga mencatat bahwa asal nama “dangke” diduga berkaitan dengan bahasa Belanda. Karena sumbernya menggunakan istilah “diduga”, asal-usul nama tersebut sebaiknya dipahami sebagai salah satu versi sejarah, bukan fakta tunggal yang sudah pasti.

Perjalanan dangke juga berkaitan dengan kondisi masyarakat pada masa lalu. Kepala Bidang Pariwisata Enrekang, Zulkarnaen, dalam laporan detikSulsel pada 2022 menyebut dangke dahulu menjadi makanan yang disajikan untuk kalangan tertentu karena kepemilikan kerbau atau sapi belum umum di masyarakat.

Kini, dangke telah menjadi bagian dari kuliner Enrekang. Pengolahannya tetap mempertahankan ciri khas penggunaan susu dan getah pepaya, sementara produknya dapat dinikmati dengan berbagai cara, termasuk digoreng atau dibakar.

Menariknya, dangke bukan hanya menarik dari sisi kuliner. Produk ini juga berkaitan dengan peternakan dan pengolahan hasil susu. Sejumlah penelitian bahkan membahas pengembangan dangke sebagai produk unggulan lokal Enrekang.

Jadi, ketika dangke berada di atas meja makan, yang kita lihat bukan sekadar gumpalan susu yang dipadatkan. Ada susu dari peternakan, getah pepaya, teknik pengolahan yang diwariskan, dan perjalanan kuliner yang membuat nama dangke lekat dengan Enrekang.

Kalau kamu, sudah pernah mencicipi dangke langsung dari Enrekang?(*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Enrekang Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Enrekang hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Enrekang terbaru di sini