Sidrap, katasulsel.com β€” Kemarau tahun ini membawa persoalan baru bagi sebagian petani di Sidrap. Bukan hanya soal air yang makin sulit, tetapi juga kebutuhan gas elpiji yang meningkat karena banyak pompa air harus bekerja lebih lama untuk menyelamatkan tanaman.

Di tengah situasi itu, sebuah pemandangan berbeda terlihat di Kandangnge Food Court (KFC) Rappang, Jumat malam (7/8/2026).

Ratusan warga berdatangan. Ada petani. Ada ibu rumah tangga. Ada pelaku UMKM. Mereka tidak datang untuk konser atau hiburan Agustusan.

Mereka datang karena ada gas gratis.

Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidrap membagikan 300 tabung gas gratis, 300 paket sembako bersubsidi, dan 200 paket telur untuk keluarga penerima program pencegahan stunting.

Program tersebut dikemas dalam kegiatan Pasar Murah, Bazar UMKM, dan Bakti Sosial yang digelar selama dua hari dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Yang menarik, kegiatan ini tidak berhenti pada seremoni kemerdekaan.

Di tengah naik-turunnya harga kebutuhan pokok dan meningkatnya kebutuhan energi petani akibat musim kemarau, bantuan yang diberikan justru menyasar kebutuhan yang paling dirasakan masyarakat saat ini.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengaku terkesan dengan inisiatif tersebut.

Menurutnya, bantuan gas gratis menjadi sangat relevan karena banyak petani kini membutuhkan elpiji untuk mengoperasikan pompa air di tengah cuaca yang semakin kering.

“Gas saat ini bukan hanya kebutuhan rumah tangga. Di beberapa wilayah, petani juga sangat membutuhkannya untuk mendukung aktivitas pertanian,” kata Syaharuddin.

Fenomena itu memang mulai terlihat di sejumlah sentra pertanian Sidrap.

Ketika debit air menurun, petani harus memompa air lebih sering. Artinya biaya operasional ikut naik.

Karena itu, bantuan gas yang biasanya dianggap sederhana, mendadak menjadi barang yang sangat berarti.

Di sisi lain, Ketua TP PKK Sidrap, Haslindah Syaharuddin, memilih memaknai kemerdekaan dengan cara berbeda.

Menurutnya, perayaan kemerdekaan tidak cukup hanya dengan lomba dan seremoni.

Ia ingin momentum Agustus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Karena itu, pasar murah digelar untuk membantu warga mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, sementara bazar UMKM menjadi ruang bagi pelaku usaha lokal memperkenalkan produknya kepada masyarakat.

Suasana di lokasi pun berubah menjadi perpaduan antara pasar rakyat, arena kuliner, dan pusat kegiatan sosial.

Warga berburu kebutuhan pokok. Produk UMKM laris. Anak-anak menerima bantuan telur. Petani membawa pulang tabung gas.

Semua terjadi dalam satu malam.

Bagi sebagian warga, kemerdekaan tahun ini mungkin tidak diukur dari banyaknya bendera yang terpasang.

Tetapi dari seberapa besar kepedulian yang hadir ketika kebutuhan sehari-hari mulai terasa berat.

Dan di Rappang malam itu, kemerdekaan hadir dalam bentuk yang paling sederhana: gas untuk petani, sembako untuk keluarga, dan peluang usaha bagi pelaku UMKM Sidrap. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini