Asahan, katasulsel.com — Mesin politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Kabupaten Asahan mulai dipanaskan.

Bukan dengan panggung besar.

Bukan pula dengan kampanye.

Tetapi dari struktur paling dekat dengan masyarakat: tingkat kecamatan hingga akar rumput.

Camellia Panduwinata Lubis melakukan silaturahmi dan konsolidasi bersama jajaran Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) PKB se-Kabupaten Asahan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk merapikan barisan, memperkuat struktur organisasi dan menyatukan langkah menghadapi agenda politik mendatang.

Bagi Camellia, kekuatan partai tidak cukup hanya dibangun dari pusat.

Fondasinya justru berada di daerah.

DPAC, kader dan pengurus di tingkat bawah menjadi ujung tombak yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

“Kita ingin PKB semakin solid dari atas sampai ke bawah. DPAC merupakan bagian penting dari kekuatan partai di tengah masyarakat. Karena itu, struktur harus kita tata dengan baik, komunikasi harus kita bangun, dan seluruh pengurus harus bergerak dalam satu semangat,” ujar Camellia.

Ia menekankan, konsolidasi bukan pekerjaan yang baru dilakukan ketika Pemilu semakin dekat.

Menurutnya, penataan organisasi harus berjalan terus-menerus.

Sebab partai yang kuat bukan hanya terlihat ketika memasuki musim pemilu, tetapi ketika kadernya tetap hadir dan bekerja di tengah masyarakat dalam situasi apa pun.

Camellia juga mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak pada kepentingan pribadi maupun kelompok.

PKB, kata dia, harus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan seluruh kekuatan kader.

“Kita tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. PKB harus menjadi rumah besar yang menyatukan seluruh kader. Kalau kita kompak, solid dan bekerja bersama, Insyaallah PKB akan semakin kuat dan mampu meraih kemenangan pada Pemilu yang akan datang,” tegasnya.

Namun ada pesan lain yang tidak kalah penting.

Camellia meminta kader tidak menjadikan masyarakat hanya sebagai tujuan ketika suara sedang dibutuhkan.

Ia mendorong seluruh jajaran PKB untuk lebih sering turun, mendengar persoalan warga dan membangun hubungan yang tidak putus setelah Pemilu selesai.

“Kita harus hadir bersama masyarakat, bukan hanya ketika Pemilu. Dengarkan aspirasi mereka, pahami persoalannya dan hadir dengan kerja nyata. Dari situlah kepercayaan dan kekuatan politik akan tumbuh,” katanya.

Baginya, kemenangan tidak lahir secara tiba-tiba.

Ia dibangun dari struktur yang tertata, kaderisasi yang berjalan, komunikasi yang terjaga dan kerja politik yang konsisten.

Karena itu, konsolidasi DPAC se-Kabupaten Asahan menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat mesin organisasi PKB sekaligus menyatukan strategi menghadapi agenda politik ke depan.

Camellia menegaskan, target politik PKB bukan pekerjaan satu atau dua orang.

Ia merupakan kerja bersama seluruh kader.

“Kita satukan langkah, kita kuatkan struktur, kita bangun kekompakan dan kita bergerak bersama masyarakat. Karena kemenangan PKB adalah kemenangan seluruh kader dan perjuangan kita bersama,” pungkas Camellia Panduwinata Lubis.