PADANG — Pemerintah Kota (Pemko) Padang tak mau setengah hati. Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini dipatok lebih dari Rp1 triliun. Angka besar? Ya. Tapi bukan mustahil.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, percaya diri. Bukan tanpa alasan. Tahun 2025 lalu, realisasi PAD justru melampaui target. Dari target Rp897 miliar, capaian menyentuh Rp924 miliar — atau lebih dari 102 persen.

“Tahun lalu saja kita sudah memenuhi target seratus persen pada November. Ini capaian tertinggi dalam satu dekade terakhir,” ujar Fadly, Jumat (27/2/2026).

Rekor itu menjadi amunisi optimisme. Menurut Fadly, target Rp1 triliun bukan angka yang terlalu tinggi untuk kota sebesar Padang. Dengan strategi yang tepat, angka itu realistis.

Apa jurusnya? Pemko akan terus mempermudah investasi dan perizinan usaha. Iklim usaha dibuat ramah. Pelaku usaha diberi ruang tumbuh. Karena di situlah mesin PAD bergerak.

Fadly juga menilai, bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025 lalu tidak memberi dampak signifikan terhadap perolehan PAD. Artinya, fondasi ekonomi kota masih cukup kuat.

Namun ia tak ingin terlena. Organisasi perangkat daerah (OPD) pengumpul PAD diminta bekerja lebih keras tahun ini. Sebab target berikutnya bukan hanya Rp1 triliun, tapi lebih dari itu.

“Target akan terus kita tingkatkan. Kita ingin Padang semakin mandiri secara fiskal,” tegasnya.

Bagi Pemko Padang, angka bukan sekadar statistik. Ia adalah ukuran kemandirian. Dan tahun ini, mesin PAD diminta bekerja lebih cepat. Gaspol. (*)