SIDRAP, Katasulsel.com — Keluhan warga terhadap kondisi Jalan Poros Pinrang-Rappang kembali mencuat. Ruas jalan yang berada di kawasan Simpo, Desa Passeno, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang, kini menjadi sorotan setelah muncul lubang cukup besar di tengah badan jalan meski belum lama selesai diaspal.

Kerusakan itu dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari saat arus kendaraan masih padat namun jarak pandang pengendara terbatas.

Pantauan warga setempat menunjukkan lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 10 hingga 15 sentimeter dengan lebar mencapai hampir satu meter. Letaknya berada tepat di jalur yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum hingga kendaraan logistik yang menghubungkan Kabupaten Pinrang dan Sidrap.

Sejumlah warga mengaku khawatir karena kondisi jalan itu telah beberapa kali memicu kecelakaan lalu lintas.

Salah seorang warga, H. Muhammadong, mengatakan lubang tersebut sudah lama dikeluhkan masyarakat karena semakin hari kondisinya membesar dan sulit dihindari pengendara, khususnya pengendara sepeda motor.

Menurutnya, insiden terbaru terjadi pada Jumat malam (12/6/2026) sekitar pukul 20.40 WITA. Seorang pengendara bernama Jumadi, warga Kelurahan Data, Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang, dilaporkan terjatuh setelah melintas di lokasi tersebut.

“Korban beruntung hanya mengalami luka ringan. Tetapi sebelumnya sudah ada beberapa pengendara yang juga terjatuh di titik yang sama. Hampir setiap malam ada saja kejadian,” ujar Muhammadong.

Warga menilai kerusakan jalan yang muncul tidak lama setelah proses pengaspalan menjadi perhatian serius. Mereka berharap instansi terkait segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban yang lebih besar.

Selain membahayakan pengendara roda dua, lubang tersebut juga berpotensi memicu kecelakaan beruntun karena banyak pengendara yang secara mendadak menghindar saat melihat kerusakan jalan di depan mereka.

Kondisi semakin berisiko ketika hujan turun. Genangan air yang menutupi permukaan jalan membuat keberadaan lubang sulit terlihat sehingga pengendara sering kali baru menyadarinya ketika sudah berada sangat dekat dengan titik kerusakan.

Warga sekitar mendesak agar perbaikan darurat segera dilakukan, minimal dengan pemasangan rambu peringatan atau penimbunan sementara untuk mengurangi risiko kecelakaan.

“Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki. Jalan ini setiap hari dilewati masyarakat dan menjadi akses utama penghubung Pinrang-Sidrap,” kata seorang warga.

Hingga Jumat malam, belum terlihat adanya aktivitas perbaikan maupun pemasangan tanda peringatan di lokasi. Warga berharap pemerintah dan pihak yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaan jalan segera mengambil langkah cepat agar jalur vital tersebut kembali aman dilalui masyarakat. (*)