JAKARTA, Katasulsel.com — Pelantikan itu berlangsung biasa.
Tapi pesannya tidak biasa.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, melantik 12 pejabat tinggi pratama. Namun yang ia tekankan bukan jabatan… tapi tanggung jawab.
Jabatan, kata dia, bukan untuk dinikmati.
Kursi Itu Amanah, Bukan Hadiah
Yassierli mengingatkan keras.
Jabatan bukan soal posisi.
Bukan soal fasilitas.
Tapi soal dampak.
Kalau tidak melayani masyarakat, jabatan itu kosong.
155 Juta Orang di Belakang Mereka
Beban yang dihadapi tidak kecil.
Ada 155,27 juta angkatan kerja yang bergantung pada kebijakan Kemnaker.
Salah arah sedikit saja…
dampaknya bisa ke jutaan orang.
Ini 12 Nama yang Dapat Amanah
Mereka yang dilantik bukan orang sembarangan. Mereka ditempatkan di titik-titik strategis:
Irma Puspita – Kepala Biro Keuangan dan BMN
R. Nurhidajat – Kepala Pusat Pasar Kerja
Dr. Teguh Djatmiko – Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Pelatihan
Amran – Kepala BBPVP Medan
Reni Rosyida Muthmainnah – Kepala BBPVP Bandung
Nasrun Ilmullah – Kepala BBPVP Makassar
Nuryanti – Direktur Bina Perluasan Kesempatan Kerja
Arnando Jujur Pardamean Siregar – Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial
dr. Muzakir – Direktur Bina Kelembagaan K3
dr. Yessie Kualasari – Kepala BBK3 Jakarta
Baderi – Kepala Pusat Data dan TI Ketenagakerjaan
Dr. M. Heru Susanto – Inspektur III
Mereka ini bukan pelengkap struktur.
Mereka adalah eksekutor kebijakan.
Tantangan Sudah Menunggu
Masalah yang harus mereka hadapi nyata:
Link and match tenaga kerja belum klop
Lapangan kerja terbatas
Konflik industrial masih terjadi
Data tenaga kerja belum solid
Teknologi mulai menggeser pekerjaan
Tidak ada waktu beradaptasi lama.
Harus langsung kerja.
Ukurannya Satu: Dampak
Pesan Menaker sederhana tapi keras:
jangan ukur jabatan dari kursinya… tapi dari manfaatnya.
Karena publik tidak peduli siapa yang dilantik.
Yang mereka tunggu hanya satu:
perubahan yang benar-benar terasa. (*)


