Jakarta, Katasulsel.com – Upaya menghadirkan kehidupan yang lebih berkualitas bagi warga lanjut usia terus diperkuat Pemerintah Kelurahan Sungai Bambu, Jakarta Utara. Salah satunya melalui program Sekolah Lansia yang rutin digelar di RPTRA Sungai Bambu.
Program ini tidak sekadar menjadi ruang aktivitas, tetapi juga wadah pembelajaran dan interaksi sosial yang dirancang untuk menjaga lansia tetap aktif, sehat, dan produktif di usia senja.
Sekolah Lansia dilaksanakan setiap pekan dengan total 12 kali pertemuan dalam satu siklus. Para peserta yang tergabung dalam komunitas keluarga lansia mendapatkan berbagai materi edukatif, sekaligus ruang untuk berbagi pengalaman hidup, memperkuat relasi sosial, dan menjaga kesehatan mental serta emosional.
Ketua Tim Penggerak PKK Kelurahan Sungai Bambu, Ekasari Riskiah, menegaskan bahwa program ini disusun secara sistematis dengan kurikulum berkelanjutan yang terbagi dalam tiga tahapan pembelajaran.
“Sekolah lansia ini kami adakan seminggu sekali dengan 12 kali pertemuan. Tujuannya agar para lansia tetap aktif, lebih produktif, dan memiliki ruang untuk berbagi pengalaman serta mempererat kebersamaan,” ujarnya kepada awak media, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, pendekatan yang digunakan bersifat menyeluruh, tidak hanya menitikberatkan pada kesehatan fisik, tetapi juga menyentuh aspek psikologis, sosial, hingga spiritual. Materi yang diberikan mencakup pola hidup sehat, pengelolaan emosi, keterampilan sederhana, serta penguatan nilai-nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Program ini memiliki tiga tahapan pembelajaran yang berkesinambungan, sehingga peserta tidak hanya datang untuk berkegiatan, tetapi benar-benar mengikuti proses belajar yang terarah dan bermakna,” jelasnya.
Sebagai bentuk apresiasi, para peserta yang berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan akan mengikuti prosesi wisuda. Momen ini menjadi simbol pencapaian sekaligus motivasi bagi lansia untuk terus belajar dan berkarya.
“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk penghargaan atas semangat luar biasa para lansia untuk terus berkembang,” tambah Ekasari.
Lebih jauh, ia berharap program Sekolah Lansia dapat menjadi model inspiratif bagi wilayah lain dalam menciptakan lingkungan yang ramah lansia. Kehadiran program ini juga dinilai mampu mengikis rasa kesepian dan keterasingan, sekaligus menegaskan bahwa lansia tetap memiliki peran penting dalam kehidupan sosial.
Respons positif pun datang dari para peserta. Banyak yang mengaku kini lebih bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari, memiliki jejaring pertemanan baru, serta merasa lebih dihargai dan diperhatikan.
Melalui Sekolah Lansia ini, Pemerintah Kelurahan Sungai Bambu menunjukkan komitmen nyata dalam membangun masyarakat yang inklusif di mana setiap kelompok usia, termasuk lansia, memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan berkontribusi secara aktif. (*)
