Enrekang, Katasulsel.com – Perayaan hari jadi biasanya identik dengan seremoni dan pidato panjang. Tapi di Kabupaten Enrekang, momentum ke-66 justru diisi dengan “kado nyata”: proyek jalan puluhan miliar hingga perbaikan irigasi.

Di hadapan jajaran pemerintah dan masyarakat, Andi Sudirman Sulaiman tak banyak basa-basi. Pesannya langsung ke inti—pembangunan harus terasa, bukan sekadar terlihat di atas kertas.

Lewat skema Multiyears Project (MYP) 2025–2027, Enrekang masuk dalam daftar prioritas. Tiga ruas jalan strategis siap dibenahi dengan nilai Rp79,91 miliar. Ini bukan hanya soal aspal, tapi soal membuka jalur ekonomi yang selama ini tersendat.

Uniknya, pendekatan yang dibawa bukan parsial. Infrastruktur jalan digarap, tapi sektor pertanian juga disentuh. Rehabilitasi Daerah Irigasi Tallung Ura senilai Rp3,99 miliar menjadi bukti bahwa pemerintah tidak ingin pembangunan timpang.

Logikanya sederhana: jalan tanpa produksi hanya akan jadi lintasan kosong. Sebaliknya, produksi tanpa akses distribusi hanya akan menumpuk di desa.

Tambahan Rp10 miliar bantuan keuangan di tahun 2026 semakin mempertegas arah kebijakan. Ini seperti “bahan bakar tambahan” agar pembangunan tidak tersendat di tengah jalan.

Secara analitis, strategi ini menarik. Pemerintah tidak lagi bergerak dengan pola satu sektor, tetapi membangun ekosistem: jalan untuk distribusi, irigasi untuk produksi, dan anggaran untuk menjaga ritme.

Andi Sudirman menegaskan, tujuan akhirnya bukan proyek selesai, tetapi perubahan nyata di masyarakat—pertanian meningkat, ekonomi rakyat bergerak, dan kesejahteraan perlahan naik.

Di titik ini, Enrekang tidak sekadar merayakan usia. Ia sedang diuji: apakah mampu mengubah “kado pembangunan” ini menjadi lompatan, atau hanya menjadi proyek yang selesai tanpa dampak.

Satu hal yang pasti, ulang tahun kali ini tidak biasa. Tidak ada lilin yang ditiup, tapi ada jalan yang dibuka dan air yang kembali mengalir.(*)

Gambar berita Katasulsel