Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 443 Lihat semua

Makassar, Katasulsel.com – Awal Ramadan di Sulawesi Selatan diperkirakan masih akan diwarnai cuaca yang tidak menentu.

Bahkan sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Maret 2026.

Dalam peringatan tersebut, beberapa daerah di Sulawesi Selatan masuk kategori SIAGA karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat dengan intensitas 50–100 mm per hari.

Daerah yang masuk kategori ini antara lain:

Barru

Gowa

Maros

Makassar

Pangkajene dan Kepulauan

Parepare

Takalar

Wilayah-wilayah tersebut diperkirakan akan mengalami hujan intensitas tinggi secara merata selama periode peringatan cuaca.

Artinya, potensi genangan air hingga banjir lokal perlu diantisipasi masyarakat.

Beberapa Daerah Masuk Level Waspada

Selain wilayah siaga, BMKG juga mencatat beberapa daerah lain dengan potensi hujan sedang hingga lebat (20–50 mm per hari) atau kategori WASPADA.

Wilayah tersebut meliputi:

Jeneponto

Kepulauan Selayar

Luwu

Luwu Timur

Pinrang

Luwu Utara

Meski berada di level waspada, daerah-daerah tersebut tetap berpotensi diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

Terutama pada sore hingga malam hari.

Angin Kencang Juga Berpotensi Terjadi

BMKG juga mengingatkan adanya potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot di sejumlah wilayah.

Beberapa daerah yang berpotensi terdampak antara lain:

Bulukumba

Bantaeng

Gowa

Jeneponto

Kepulauan

Selayar

Makassar

Maros

Pangkajene dan Kepulauan

Takalar

Wajo

Bone

Pinrang

Parepare

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pohon tumbang maupun gangguan aktivitas pelayaran.

Hujan Ekstrem Belum Terdeteksi

Meski demikian, BMKG menyebut belum ada wilayah di Sulawesi Selatan yang diprediksi mengalami hujan ekstrem di atas 100 mm per hari.

Kategori AWAS dalam peringatan cuaca kali ini masih nihil.

Potensi anomali suhu panas maupun suhu dingin juga tidak terdeteksi selama periode 10–12 Maret.

Warga Diminta Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem.

Terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor maupun wilayah pesisir.

Selama Ramadan, aktivitas masyarakat biasanya meningkat pada sore hingga malam hari, mulai dari berburu takjil hingga salat tarawih.

Karena itu masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terbaru yang dirilis BMKG.

Peringatan dini cuaca ini sendiri diperbarui pada 9 Maret 2026 pukul 09.00 WITA oleh forecaster Nurrohmi Utami.

Jika pola cuaca tidak berubah, maka beberapa hari ke depan sebagian wilayah Sulawesi Selatan kemungkinan akan lebih sering ditemani hujan deras dibanding langit cerah.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.