Soppeng, Katasulsel.com — Kabupaten Soppeng tengah tancap gas di sektor pertanian. Di saat pertumbuhan ekonomi daerah dilaporkan melesat di atas 6 persen pada triwulan pertama 2026, pemerintah daerah kini menyiapkan langkah besar yang langsung menyentuh sawah warga: pembangunan sekitar 1.500 titik sumur bor untuk petani.
Program ini tidak berdiri sendiri. Ia menjadi bagian dari konsep besar “Listrik Masuk Sawah”, yang menggabungkan energi listrik dan ketersediaan air untuk memperkuat produktivitas pertanian di lapangan.
Bupati Soppeng, H. Suwardi Haseng, menyebut program ini sebagai salah satu kunci penguatan ketahanan pangan daerah yang selama ini bergantung pada pola tadah hujan di sejumlah wilayah.
“Insya Allah ada sekitar 1.500 paket sumur bor untuk lebih dari 500 kelompok tani. Satu kelompok bisa mendapat tiga titik untuk mengairi sekitar 100 hektare sawah,” ujarnya saat berbincang santai dengan para kepala desa, Kamis (11/6/2026).
Yang menarik, proyek ini tidak dikelola dengan pola biasa. Pemerintah memilih skema swakelola, di mana kelompok tani menjadi pelaksana langsung sekaligus pengawas di lapangan.
Artinya, petani bukan hanya penerima manfaat, tetapi juga bagian dari pelaksana program itu sendiri.
Menurut Bupati, cara ini dipilih agar pembangunan lebih tepat sasaran dan memberi rasa memiliki yang lebih kuat kepada petani terhadap infrastruktur yang dibangun di wilayah mereka.
