Soppeng, katasulsel.com β Tabung gas melon 3 kilogram kini tak hanya diburu dapur rumah tangga. Di Kabupaten Soppeng, LPG subsidi itu juga menjadi “nyawa” bagi sebagian petani yang mengandalkannya untuk mengoperasikan pompa air saat kemarau mulai menggigit.
Belakangan, muncul keluhan terkait kebutuhan LPG 3 Kg yang disebut berdampak pada aktivitas pertanian, khususnya di Kecamatan Marioriawa. Menanggapi hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi memastikan pasokan LPG 3 Kg di Kabupaten Soppeng masih dalam kondisi aman dan distribusi tetap berjalan normal.
Sales Branch Manager Sulselbar VII Gas Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Mulian Pratama, mengungkapkan rata-rata penyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Soppeng mencapai 10.661 tabung per hari.
Menurutnya, hingga saat ini distribusi dari agen ke pangkalan masih berlangsung sesuai jadwal dan terus dipantau agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
βPenyaluran LPG 3 Kg di Kabupaten Soppeng berjalan lancar sesuai jadwal distribusi. Pertamina terus melakukan pemantauan bersama agen dan pangkalan untuk memastikan pasokan tersedia dan dapat disalurkan kepada masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku,β kata Mulian.
Hasil monitoring di lapangan menunjukkan lonjakan kebutuhan LPG bukan terjadi tanpa sebab. Cuaca kering yang melanda sejumlah wilayah Soppeng selama kurang lebih satu bulan terakhir membuat petani harus bekerja ekstra menjaga pasokan air ke lahan mereka.
Akibatnya, penggunaan LPG untuk mendukung operasional irigasi pertanian ikut meningkat. Kondisi ini paling terasa di sejumlah kecamatan yang menjadi sentra pertanian.
Melihat tren tersebut, Pertamina mengaku telah mengambil langkah antisipasi dengan memperkuat pengawasan dan mengoptimalkan distribusi LPG 3 Kg di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan.
Empat kecamatan menjadi fokus perhatian, yakni Marioriawa, Ganra, Donri-Donri, dan Marioriwawo.
Langkah itu dilakukan agar stok di pangkalan tetap tersedia dan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan LPG subsidi di tengah meningkatnya permintaan.
Area Manager Communication, Relation, & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, agen, pangkalan, Hiswana Migas, hingga pemangku kepentingan lainnya guna menjaga kelancaran distribusi LPG bersubsidi.
βPertamina terus memantau dinamika kebutuhan energi di setiap daerah agar distribusi LPG 3 Kg dapat menyesuaikan kondisi di lapangan. Koordinasi dengan seluruh mata rantai distribusi juga terus diperkuat sehingga penyaluran kepada masyarakat berlangsung lancar, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku,β ujarnya.
Pertamina juga mengingatkan masyarakat agar membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi untuk mendapatkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Jika ditemukan kendala layanan atau dugaan penyimpangan dalam distribusi LPG subsidi, masyarakat dapat melaporkannya melalui Pertamina Contact Center 135 untuk ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Soppeng Hari Ini .
