Dampak yang dibidik juga tidak kecil. Dengan adanya sumur bor yang terhubung listrik, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada musim hujan. Air bisa tersedia lebih stabil sepanjang tahun.

β€œKalau air sudah terjamin, petani bisa lebih produktif. Targetnya bukan lagi dua kali panen, tapi bisa sampai tiga kali dalam setahun,” kata Suwardi.

Program ini pada dasarnya mengubah cara kerja pertanian di desa. Dari yang sebelumnya sangat bergantung pada cuaca, menuju sistem yang lebih terkendali dan berkelanjutan.

Selain soal produksi, pemerintah juga melihat dampak ekonomi yang lebih luas. Intensitas tanam yang meningkat diperkirakan akan berdampak langsung pada pendapatan petani dan perputaran ekonomi desa.

Dengan cakupan lebih dari 500 kelompok tani, program ini menjadi salah satu proyek pertanian terbesar yang pernah digulirkan di Soppeng.

Pemerintah daerah menargetkan pengerjaan dimulai dalam waktu dekat, setelah seluruh administrasi dan kesiapan kelompok tani penerima manfaat dinyatakan lengkap.

Di tengah upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang positif, Soppeng kini sedang bertaruh pada satu hal yang sangat konkret: air di sawah, listrik di ladang, dan panen yang lebih sering di tangan petani.(*)