Soppeng, Katasulsel.com – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data terbaru tingkat kemiskinan kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan tahun 2025. Hasilnya membawa kabar positif bagi Kabupaten Soppeng.
Berdasarkan data BPS Sulawesi Selatan yang diperbarui pada 5 Februari 2026, persentase penduduk miskin di Kabupaten Soppeng pada Maret 2025 tercatat sebesar 6,65 persen. Angka tersebut berada di bawah rata-rata Provinsi Sulawesi Selatan yang mencapai 7,60 persen.
Data itu menunjukkan kondisi kemiskinan di Kabupaten Soppeng relatif lebih baik dibandingkan sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan.
BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng mencapai 15,34 ribu jiwa. Sementara garis kemiskinan berada pada angka Rp441.117 per kapita per bulan.
Jika dibandingkan dengan beberapa daerah lain, persentase kemiskinan Soppeng masih lebih rendah daripada Kabupaten Bone yang mencapai 9,13 persen, Pinrang 8,38 persen, Barru 8,00 persen, Maros 8,90 persen, Enrekang 10,73 persen, Luwu 10,97 persen, hingga Jeneponto yang mencapai 11,42 persen.
Di wilayah Ajatappareng sendiri, Soppeng berada di posisi yang cukup kompetitif. Kabupaten Sidrap tercatat memiliki persentase kemiskinan 4,91 persen, Wajo 5,86 persen, sementara Soppeng berada di angka 6,65 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Soppeng telah berada di atas garis kemiskinan, meskipun pemerintah daerah masih menghadapi tantangan untuk menekan jumlah penduduk miskin yang tersisa.
Selain mencatat angka kemiskinan yang relatif rendah, Kabupaten Soppeng juga menjadi salah satu daerah yang terus berupaya memperkuat sektor pertanian, usaha mikro, serta pembangunan ekonomi masyarakat sebagai instrumen pengurangan kemiskinan.
Secara keseluruhan, BPS mencatat jumlah penduduk miskin di Sulawesi Selatan pada Maret 2025 mencapai 698,13 ribu jiwa atau sebesar 7,60 persen dari total penduduk.
Dengan persentase 6,65 persen, Kabupaten Soppeng berada di bawah rata-rata provinsi dan masuk dalam kelompok daerah dengan tingkat kemiskinan relatif rendah di Sulawesi Selatan.
Meski demikian, angka tersebut tetap menjadi pekerjaan rumah bagi seluruh pemangku kepentingan agar program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta penciptaan lapangan kerja terus diperkuat sehingga kesejahteraan warga Soppeng dapat meningkat secara berkelanjutan.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
