Wajo, katasulsel.com — Bupati Wajo Andi Rosman menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-92 Gerakan Pemuda (GP) Ansor yang dipusatkan di Masjid Tua Tosora, Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, Jumat (24 April 2026). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama di tingkat wilayah Sulawesi Selatan.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh agama, ulama, serta pengurus GP Ansor dari berbagai tingkatan, mulai dari wilayah hingga cabang se-Sulawesi Selatan. Hadir pula jajaran Dewan Penasehat GP Ansor Sulsel, pengurus DPW PKB Sulsel, anggota DPRD Provinsi Sulsel, unsur Bawaslu Sulsel, hingga pengurus pusat GP Ansor Sulsel dan Kasatwil Banser Sulsel.
Sejumlah tokoh yang hadir antara lain Ketua Dewan Penasehat GP Ansor Sulsel Sayyid Abdul Rahim Assegaf Puang Makka, Ketua DPW PKB Sulsel Azhar Aryad, Sekretaris Dewan Penasehat Bahtiar Saleh, Anggota DPRD Sulsel Andi Ayoga Fadel Akbar, serta Ketua PW GP Ansor Sulsel Muhammad Ridwan Yusuf. Hadir pula Ketua GP Ansor Wajo Muhammad Ihwan, pengurus NU, PMII, Fatayat NU, dan Detasemen Wanita Serbaguna (Denwaster).
Dalam sambutannya, Bupati Wajo Andi Rosman menyampaikan ucapan selamat atas Harlah ke-92 GP Ansor. Ia menilai perjalanan panjang organisasi tersebut menunjukkan konsistensi dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan di tengah masyarakat.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GP Ansor yang telah memilih Kabupaten Wajo sebagai tuan rumah pelaksanaan Harlah tingkat Sulawesi Selatan. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga memberi dampak positif bagi daerah dari sisi sosial dan kebersamaan.
Andi Rosman menekankan pentingnya peran GP Ansor dalam mendukung program pemerintah di berbagai tingkatan, baik pusat, provinsi, maupun daerah. Ia menyebut GP Ansor sebagai organisasi yang memiliki komitmen kuat dalam mengawal jalannya pemerintahan sekaligus menjaga stabilitas sosial.
Ia juga menyoroti peran GP Ansor sebagai pengawal ulama dan penjaga nilai-nilai kebangsaan, termasuk komitmen terhadap NKRI dan Pancasila. Menurutnya, sinergi antara ulama dan pemerintah menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan moral dan spiritual bangsa di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wajo juga membuka ruang bagi GP Ansor apabila ingin menyelenggarakan kegiatan di Kabupaten Wajo, termasuk jika ada agenda berskala nasional. Ia menyatakan kesiapan daerah untuk menjadi tuan rumah berbagai kegiatan organisasi kepemudaan.
Sementara itu, Ketua PW GP Ansor Sulsel Muhammad Ridwan Yusuf menegaskan pentingnya kolaborasi antara organisasi kepemudaan dengan pemerintah. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi faktor penting dalam memperkuat peran organisasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Usai rangkaian kegiatan, Bupati Wajo juga menyempatkan diri melakukan ziarah ke makam Syekh Jamaluddin Al Akbar Al-Husaini, ulama yang dikenal berperan penting dalam sejarah masuknya Islam di Sulawesi Selatan. Ziarah tersebut menjadi bagian dari refleksi spiritual dalam momentum peringatan Harlah GP Ansor ke-92 di Wajo.(*)
