Pemerintah juga menyalurkan bantuan kepada 1.339 kepala keluarga yang terdampak banjir, serta bantuan CSR Pertamina kepada 1.000 keluarga di Kecamatan Kendari dengan total nilai sekitar Rp250 juta.

“Untuk menjaga stabilitas harga, sampai hari ini Gerakan Pangan Murah mobile sudah kami lakukan kurang lebih 70 kali,” ungkap Abdul Rauf.

Menariknya, kegiatan ini juga memberi ruang bagi pelaku usaha lokal. Sekitar 20 pelaku UMKM kuliner binaan Ikatan Kuliner Kota Kendari ikut meramaikan kegiatan dengan berbagai olahan makanan khas daerah yang dijual dengan harga terjangkau.

Kehadiran UMKM tersebut membuat suasana Gerakan Pangan Murah tidak hanya menjadi ajang belanja murah, tetapi juga ruang perputaran ekonomi masyarakat kecil.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Salah satu warga, Rahma, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini. Ia berharap program serupa terus berlanjut.

“Alhamdulillah bisa beli lebih murah. Mudah-mudahan ke depan ada terus seperti ini supaya kita tidak terlalu terbebani harga di pasar,” ujarnya.

Gerakan Pangan Murah di Kendari ini menjadi bukti bahwa pengendalian inflasi tidak hanya berbicara angka, tetapi juga tentang kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas kebutuhan dasar masyarakat.

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita