ENREKANG, Katasulsel.com — Urusan halal kini tidak lagi sekadar label. Ia sudah naik kelas jadi standar.

Itulah yang terlihat saat tim Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI turun langsung ke Kementerian Agama Kabupaten Enrekang, Senin, 6 November 2023.

Tim berjumlah lima orang itu dipimpin oleh pengendali teknis, Robiyanto Hadiwibowo, dan diterima langsung Kepala Kantor Kemenag Enrekang, Ramli Rasyid.

Bukan kunjungan biasa.

Fokusnya jelas: evaluasi penerbitan sertifikat halal.

Kegiatan dipusatkan di aula kantor Kemenag Enrekang, dihadiri pejabat struktural, kepala KUA, kepala madrasah, hingga penyuluh agama yang berperan sebagai Pendamping Proses Produk Halal (P3H).

Di sinilah titik krusialnya.

Sertifikat halal bukan sekadar terbit. Tapi harus melalui proses yang benar.

Robiyanto menegaskan, evaluasi ini untuk memastikan apakah pendamping P3H sudah bekerja sesuai SOP dalam mendampingi pelaku usaha hingga sertifikat terbit.

Bahasanya sederhana: jangan sampai halal hanya jadi formalitas.

Ia juga melempar pesan strategis: ke depan, makanan yang dijual pelaku UMKM harus sudah bersertifikat halal.

Targetnya jelas—ekosistem halal, bukan sekadar individu.

Tak hanya itu, pesan juga diarahkan ke dunia pendidikan.

Kepala madrasah diminta mulai dari hal kecil tapi penting: menciptakan kantin halal.

Langkah sederhana, tapi dampaknya besar jika konsisten.

Sementara itu, Ali Saban membawa pesan yang lebih “nasional”.

Target besar sedang dikejar: 10 juta sertifikat halal pada 2024.

Angka ambisius.

Tapi bukan tanpa strategi.

Program sertifikasi halal gratis masih dibuka hingga 17 Oktober 2024. Ini yang didorong agar dimanfaatkan maksimal oleh pelaku UMKM.

“Ini kesempatan. Jangan sampai terlewat,” kira-kira begitu pesan yang ingin ditegaskan.

Dalam konteks yang lebih luas, kunjungan ini bukan hanya soal evaluasi administrasi.

Ini bagian dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap produk halal.

Karena di era sekarang, halal bukan hanya kebutuhan religius.

Tapi juga nilai ekonomi.

Semakin banyak produk bersertifikat, semakin kuat daya saing.

Dan di titik itu, peran daerah seperti Enrekang jadi penting.

Bukan hanya mengikuti.

Tapi ikut menentukan arah. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Cluster Enrekang: Lihat berita Enrekang