Doanya tinggal.

Kebiasaannya tinggal.

Bahkan cara ia memanggil nama anak-anaknya mungkin masih terdengar di kepala.

Samsinar juga begitu.

Ia memang tidak sempat melihat Bota di pelaminan.

Tidak sempat berfoto bersama Darwis dan ketiga putranya.

Tidak sempat menyaksikan pesta yang sudah dipersiapkan.

Tetapi ia sudah meninggalkan sesuatu yang jauh lebih panjang daripada umur.

Anak-anak.

Dan cinta seorang ibu kepada anak-anaknya.

Itu tidak ikut dikuburkan.

Maka, untuk Samsinar:

Selamat jalan.

Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosanya.

Menerima amal ibadahnya.

Melapangkan kuburnya.

Menerangi alam barzakhnya.

Menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.

Dan semoga Allah memberi kekuatan kepada Darwis, Bota, Khalid, serta seluruh keluarga.

Bota…

Kalau nanti engkau duduk di pelaminan, mungkin ibumu memang tidak ada di kursi depan.

Tetapi jangan merasa sendirian.

Bisa jadi doa ibumu justru sedang paling dekat denganmu.

Sebab seorang ibu boleh meninggalkan dunia.

Tetapi doa seorang ibu?

Rasanya tidak pernah tahu jalan pulang.

Ia akan terus berjalan.

Dari rumah.

Ke anak-anaknya.

Sampai kapan pun.

Maaf, siapapun Anda

Yang sempat membaca tulisan ini, mohon kerelaannya untuk memaafkan almarhumah bila ada salah semasa hidup.

Mohon do’anya agar almarhumah mendapatkan tempat yang terbaik di SisiNya.

Arateng, Sidrap, 17 Agustus 2026.

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini