“Belum ada restu resmi yang keluar langsung dari ketum. Jadi semua yang beredar masih sebatas spekulasi politik,” ujarnya.
Nada yang sama datang dari Ketua DPD II Golkar Bantaeng, Liestiati F Nurdin.
Ia menegaskan hasil pleno Golkar Bantaeng tetap menginginkan Appi memimpin Golkar Sulsel.
Sementara Ketua DPD II Golkar Tana Toraja, Victor Datuan Batara, bahkan menyebut bakal ada tambahan dukungan untuk Appi.
Namun menariknya, suhu politik Golkar Sulsel masih relatif adem.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Tidak ada serangan frontal antarkandidat.
Para figur justru terlihat menjaga komunikasi politik tetap cair.
Pengamat politik Universitas Bosowa, Arief Wicaksono, menilai Appi saat ini menjadi figur paling memenuhi syarat secara organisasi.
“Dari sisi dukungan dan syarat organisasi, Appi memang paling siap,” katanya.
Meski demikian, Arief menilai faktor DPP tetap menjadi episentrum keputusan.
Karena di Golkar, kata dia, politik struktur kadang lebih menentukan dibanding politik akar rumput.
“Masalahnya sekarang bukan lagi di bawah. Tapi bagaimana membaca arah diskresi ketua umum,” ujarnya.
Di titik itu, Musda Golkar Sulsel berubah menjadi lebih dari sekadar perebutan kursi ketua.
Ia menjelma arena tarik-menarik pengaruh antara konsolidasi daerah dan kalkulasi elite pusat.
Dan hingga hari ini, belum ada yang benar-benar bisa mengklaim diri sudah “checkmate”. (edybasri)
