MAKASSAR β Pidato Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir, SKM, M.Kes menjadi salah satu momen paling menyita perhatian dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-22 di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (9/5/2026).
Di hadapan 444 wisudawan Sarjana Terapan dan Profesi, Muhammad Tahir tampil bukan hanya melepas alumni.
Ia sekaligus memaparkan βroad map besarβ ITKESMU Sidrap menuju kampus kesehatan unggul di Indonesia Timur.
Nada pidatonya tenang. Tetapi isinya agresif.
Mulai pembukaan prodi baru, penguatan SDM dosen, peningkatan akreditasi hingga rencana besar menghadirkan Fakultas Kedokteran Gigi.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
βKami tidak ingin hanya tumbuh secara kuantitas. ITKESMU Sidrap harus melompat dalam kualitas,β tegas Tahir.
Kampus yang berdiri sejak 16 Oktober 2009 itu kini memasuki usia 16 tahun. Dalam perjalanannya, ITKESMU Sidrap berkembang menjadi salah satu perguruan tinggi kesehatan yang cukup diperhitungkan di Sulawesi Selatan.
Saat ini terdapat tiga fakultas dengan 10 program studi aktif.
Salah satu yang paling menarik perhatian ialah Program Studi Keperawatan Anestesiologi.
Menurut Tahir, prodi tersebut termasuk program yang masih jarang dimiliki kampus kesehatan lain.
βAnestesiologi menjadi kebutuhan besar rumah sakit dan layanan kesehatan modern. Kami membaca kebutuhan itu sejak awal,β katanya.
Tak berhenti di situ, ITKESMU Sidrap juga tengah bersiap membuka Program Profesi Apoteker setelah reakreditasi Fakultas Farmasi rampung pada 2026.
Namun proyek paling ambisius adalah pembentukan Program Studi Kedokteran Gigi.
Tahir mengatakan berbagai sarana mulai dipersiapkan, termasuk laboratorium pendukung dan infrastruktur akademik.
βKami sudah bergerak menyiapkan semua instrumen. Ini bagian dari transformasi kampus,β ujarnya.
Pidato Tahir tak hanya bicara ekspansi program studi.
Ia juga membeberkan capaian mutu institusi.
Seluruh program studi ITKESMU Sidrap kini telah terakreditasi oleh LAM-PTKes dengan kategori baik, baik sekali hingga unggul. Sementara institusi meraih akreditasi βBaik Sekaliβ dari BAN-PT.
βKami optimistis seluruh prodi nantinya bisa mencapai akreditasi unggul,β katanya.
Satu hal yang paling ditekankan Tahir ialah pembangunan kualitas sumber daya manusia dosen.
Saat ini ITKESMU Sidrap memiliki 88 dosen. Delapan di antaranya telah bergelar doktor.
Sebanyak 20 dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktoralβ9 di dalam negeri dan 11 di luar negeri.
Bahkan pekan lalu, salah satu dosen ITKESMU Sidrap resmi menyelesaikan studi doktor keperawatan di Universitas Indonesia.
βTarget kami ke depan minimal 60 persen dosen bergelar doktor atau Ph.D. Kampus kesehatan tidak bisa berkembang tanpa SDM akademik yang kuat,β jelasnya.
Ia menyebut penguatan kultur akademik menjadi prioritas penting agar kampus mampu bersaing secara nasional.
Bukan hanya dalam pengajaran, tetapi juga penelitian dan pengabdian masyarakat.
Di sisi lain, animo masyarakat terhadap ITKESMU Sidrap terus meningkat.
Tahun lalu jumlah mahasiswa baru mencapai 1.481 orang dari 10 program studi. Tahun ini kampus optimistis menembus angka 1.500 mahasiswa baru.
Dengan tambahan 444 lulusan hari ini, total alumni ITKESMU Sidrap kini mencapai 8.030 orang.
Para alumni itu telah bekerja di berbagai rumah sakit, puskesmas, klinik hingga fasilitas kesehatan internasional di Arab Saudi dan Jepang.
Meski penuh data capaian dan target institusi, Tahir tetap menutup pidatonya dengan sentuhan emosional.
Ia meminta para wisudawan tidak melupakan perjuangan orang tua mereka.
βKeberhasilan hari ini lahir dari doa, cinta, keringat dan air mata orang tua kalian,β ucapnya.
Ballroom Four Points mendadak hening.
Baca lagi………….
Beberapa wisudawan terlihat menunduk.
Sebagian orang tua menyeka air mata.
Dan di tengah suasana itu, Tahir menegaskan satu pesan terakhir: menjaga nama baik almamater dan Muhammadiyah.
Sebab bagi ITKESMU Sidrap, gelar akademik bukan akhir perjalanan.
Tetapi awal memasuki βruang praktik kehidupanβ yang sesungguhnya. (edybasri)
