MAKASSAR —Rapat Senat Terbuka Wisuda ke-22 Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Muhammadiyah (ITKESMU) Sidrap di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Sabtu (9/5/2026), bukan sekadar prosesi pemindahan tali toga.
Ada optimisme besar yang sedang dipompa dari kampus kesehatan milik Muhammadiyah itu.
Sebanyak 444 lulusan jenjang Sarjana Terapan dan Profesi resmi dikukuhkan di hadapan senat akademik, orang tua, tokoh Muhammadiyah, organisasi profesi kesehatan hingga pimpinan perguruan tinggi.
Sorotan utama tertuju pada kehadiran Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof. H. Ambo Asse.
Dalam sambutannya, ia mengingatkan para lulusan agar tidak hanya mengejar gelar dan profesi, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
“Jangan menjadi tenaga kesehatan yang kehilangan nurani. Ilmu kesehatan harus berjalan bersama akhlak, empati dan pengabdian,” tegasnya disambut tepuk tangan hadirin.
Ambo Asse menyebut Muhammadiyah sejak awal hadir membangun pendidikan bukan sekadar mencetak sarjana, tetapi melahirkan kader umat dan kader bangsa.
Karena itu, alumni ITKESMU Sidrap diminta membawa spirit Islam berkemajuan di tengah masyarakat.
“Di mana pun kalian bekerja nanti, bawalah nama baik Muhammadiyah. Jadilah tenaga kesehatan yang profesional, tetapi juga memiliki keberpihakan pada nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor ITKES Muhammadiyah Sidrap, Dr. Muhammad Tahir, menyampaikan bahwa wisuda kali ini menjadi momentum penting perjalanan kampus yang kini memasuki usia 16 tahun.
Menurutnya, ITKESMU Sidrap terus bergerak memperkuat kapasitas akademik dan tata kelola institusi.
“Kami ingin menjadikan ITKESMU Sidrap sebagai perguruan tinggi kesehatan unggul, kompetitif dan Islami di kawasan Indonesia Timur tahun 2029,” katanya.
Saat ini ITKESMU Sidrap memiliki tiga fakultas dan 10 program studi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah hadirnya Program Studi Keperawatan Anestesiologi.
Prodi tersebut disebut masih tergolong langka, tetapi sangat dibutuhkan dunia layanan kesehatan modern.
Selain itu, kampus juga bersiap membuka Program Profesi Apoteker dan tengah menyiapkan pengembangan Program Studi Kedokteran Gigi.
“Kami sedang melengkapi laboratorium dan sarana pendukung. Ini bagian dari roadmap besar pengembangan institusi,” ujar Tahir.
Dari sisi mutu akademik, seluruh program studi di ITKESMU Sidrap telah mengantongi akreditasi LAM-PTKes dengan kategori baik, baik sekali hingga unggul. Sedangkan institusi meraih akreditasi “Baik Sekali” dari BAN-PT.
Tahir juga menyinggung penguatan kualitas dosen sebagai agenda prioritas.
Saat ini kampus memiliki 88 dosen. Delapan di antaranya telah bergelar doktor, sementara 20 dosen lainnya sedang menempuh pendidikan doktoral di dalam dan luar negeri.
“Target kami minimal 60 persen dosen ITKESMU Sidrap nantinya bergelar doktor atau Ph.D,” ungkapnya.
Animo masyarakat terhadap kampus ini juga terus meningkat.
Tahun lalu jumlah mahasiswa baru mencapai 1.481 orang. Tahun ini pihak kampus optimistis menembus lebih dari 1.500 mahasiswa baru.
Dengan tambahan 444 lulusan hari ini, total alumni ITKESMU Sidrap kini mencapai 8.030 orang.
Mereka tersebar di berbagai fasilitas layanan kesehatan, termasuk rumah sakit internasional di Arab Saudi dan Jepang.
Baca lagi …………….
