Le Mans, Prancis — Sesi latihan bebas pertama (FP1) Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti benar-benar berubah jadi drama naik-turun yang bikin deg-degan. Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama awalnya terlihat seperti calon bintang sesi… tapi berakhir seperti cerita “hampir hilang, lalu muncul lagi di detik terakhir”.
Baru beberapa lap, Veda langsung bikin geger. Masuk top 4! Di Moto3, itu bukan sekadar cepat—itu sinyal “anak ini bisa ganggu dominasi”. Tapi euforia itu tidak bertahan lama.
Masuk fase “slipstream war”, semua pembalap mulai saling tempel, mencari angin di belakang rival untuk dapat waktu terbaik. Di sinilah kekacauan dimulai. Veda yang sempat nyaman tiba-tiba tersedot ke dalam grup padat. Posisi turun: P7… P13… lalu makin dalam ke P16.
Di Moto3, ini yang disebut “dirty air nightmare”—ketika terlalu banyak motor di satu lintasan bikin lap time jadi kacau karena angin kotor dan traffic.
Sementara itu, Hakim Danish justru melakukan hal sebaliknya: dari posisi belakang, dia pelan-pelan naik seperti “late charge assassin”. Sempat terjebak di P21, dia merangkak ke depan sampai akhirnya finis P7. Silent but deadly.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Di depan, David Almansa sempat jadi patokan dengan waktu 1’41.818—langsung jadi “target time” semua rider di FP1.
Lalu masuk 10 menit terakhir… semua berubah.
Saat banyak rider masuk mode time attack, Veda yang sebelumnya tenggelam tiba-tiba “hidup lagi”. Lap demi lap, dia mulai menemukan ritme. Sektor demi sektor membaik. Bukan langsung meledak, tapi konsisten memangkas waktu.
Dan di detik-detik terakhir FP1… BOOM.
Veda Ega Pratama berhasil keluar dari tekanan dan menutup sesi di P11. Dari yang sempat nyaris tenggelam di luar 15 besar, dia kembali muncul di papan tengah atas.
FP1 ini meninggalkan satu pertanyaan besar:
Veda ini sebenarnya lagi “pemanasan biasa”… atau baru mulai buka kartu di Le Mans?
Jawabannya baru akan terlihat di sesi berikutnya. (edy)
