Sidrap, Katasulsel.com — Minggu (10/5/2026) Masjid Agung Pangkajene di Sidrap tampak penuh sesak. Bukan karena acara politik, bukan pula pesta rakyat, melainkan wisuda 638 santri dan santriwati Taman Kanak-kanak Al-Qur’an dalam Wisuda Santri XVIII Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TKA/TPA BKPRMI Sidrap.

Mereka datang dari berbagai TPA di seluruh penjuru kabupaten. Anak-anak kecil itu duduk rapi dengan pakaian wisuda, sebagian masih menggenggam tangan orang tua, sebagian lain tersenyum malu-malu ketika namanya dipanggil satu per satu.

Acara ini mengusung tema “Menyiapkan Generasi Qurani, Ikhtiar Mewujudkan Sidrap Berkah, Aman, dan Religius”. Tema itu tidak berhenti di spanduk, tetapi terasa hidup di dalam ruangan yang dipenuhi suara anak-anak melafalkan ayat-ayat pendek dengan terbata namun penuh keyakinan.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, hadir langsung. Di hadapan ratusan santri dan orang tua, ia menegaskan bahwa apa yang terjadi hari itu bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi fondasi masa depan daerah.

Ia menyebut Sidrap sedang diarahkan menjadi daerah yang tidak hanya kuat di sektor pertanian dan ekonomi, tetapi juga kuat secara spiritual. Bahkan ia kembali menegaskan gagasan besar menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an.

“Anak-anakku hari ini diwisuda. Ini modal besar untuk masa depan. Ke depan Pemerintah Kabupaten Sidrap ingin menjadikan Sidrap sebagai lumbung penghafal Al-Qur’an. Ilmu agama dan ilmu umum harus berjalan bersama,” ujar Syaharuddin.

Yang hadir bukan hanya bupati. Tampak Ketua Umum BKPRMI Sulawesi Selatan Asri Said, Kepala Kantor Kementerian Agama Republik Indonesia Sidrap Fitriadi, Kamenhaj Syairin, Staf Ahli Bupati Bachtiar, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Syahrul Mubarak, Ketua BKPRMI Sidrap Nidaul Islam, Camat Maritengngae Firman, serta unsur TNI-Polri seperti AKP Andi Mappahaerul, Kapten Ridwan, dan Iptu Wildan.

Namun yang paling mencolok bukan deretan pejabat itu. Yang paling kuat justru pemandangan sederhana: anak-anak kecil yang baru belajar membaca Al-Qur’an, berdiri di panggung wisuda dengan wajah campur antara bangga dan bingung, sementara orang tua mereka menatap dari kursi dengan mata yang berkaca-kaca.

Syaharuddin dalam sambutannya juga memberi perhatian khusus kepada para guru mengaji. Ia menyebut mereka sebagai garda terdepan pembentukan karakter anak sejak usia dini.

“Peran guru mengaji sangat luar biasa. Apa yang diajarkan hari ini menjadi bekal dunia dan akhirat, sekaligus amal jariyah bagi orang tua dan guru,” katanya.

Di tengah suasana yang khidmat itu, Sidrap seperti sedang menulis pesan sederhana tetapi dalam: bahwa pembangunan tidak selalu dimulai dari jalan dan gedung, tetapi bisa juga dimulai dari huruf-huruf Al-Qur’an yang pertama kali dikenalkan kepada anak-anak di TPA, lalu tumbuh menjadi cahaya yang mereka bawa sampai dewasa nanti.

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita