Example 650x100

Bayangkanlah, kita sudah memasuki era baru kepemimpinan di Indonesia. Tiga paket calon Presiden dan Wakil Presiden telah mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan salah satunya telah resmi terpilih sebagai pemimpin bangsa. Anggaplah sudah ada presiden baru, apa yang kita harapkan?

Oleh: Edy Basri
Pemimpin Redaksi Katasulsel.com

ANGGAPLAH sudah ada presiden baru ya, tentu ada banyak harapan yang kita inginkan sebagai warga negara. Sebutlah misalnya, kita berharap presiden baru mampu memperbaiki kondisi ekonomi. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari inflasi, tingginya angka pengangguran, hingga dampak pandemi COVID-19 yang menghantam sektor ekonomi.

Example 970x970

Kita berharap presiden baru mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang tepat guna memulihkan dan memajukan ekonomi nasional. Kita juga berharap presiden baru mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan. Dua sektor ini merupakan pilar utama dalam pembangunan suatu negara. Kita berharap presiden baru mampu memastikan akses pendidikan dan kesehatan yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia, serta meningkatkan kualitasnya.

Harapan yang lain, kita berharap presiden baru mampu menjaga keutuhan dan keberagaman bangsa. Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya dan etnis. Kita berharap presiden baru mampu menjaga keharmonisan dan kerukunan antar elemen bangsa, serta menegakkan hukum dengan adil dan tanpa diskriminasi.

Lainnya, kita berharap presiden baru mampu menjaga kelestarian lingkungan. Dalam beberapa tahun terakhir, isu lingkungan menjadi semakin penting. Kita berharap presiden baru mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan yang pro-lingkungan, serta mendorong pembangunan berkelanjutan.

Kelima, kita berharap presiden baru mampu memperkuat demokrasi. Kita berharap presiden baru mampu menjaga kebebasan berpendapat, kebebasan pers, serta hak-hak sipil dan politik lainnya.

Anggaplah sudah ada presiden baru, kita berharap presiden tersebut mampu memenuhi harapan-harapan tersebut. Namun, kita juga harus ingat bahwa presiden bukanlah penyelamat tunggal. Kita, sebagai rakyat, juga memiliki peran penting dalam membangun bangsa. Mari kita dukung presiden baru dan berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Saat kita membayangkan presiden baru, kita juga berharap adanya transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan. Transparansi dalam setiap kebijakan dan program yang dijalankan, serta akuntabilitas atas setiap tindakan dan keputusan yang diambil. Harapan ini bukanlah tanpa alasan, karena transparansi dan akuntabilitas adalah dua pilar penting dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan bahwa kekuasaan digunakan untuk kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.

Kita juga berharap presiden baru mampu memajukan teknologi dan inovasi. Di era digital seperti sekarang ini, kemajuan teknologi dan inovasi menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing bangsa, baik di tingkat regional maupun global. Kita berharap presiden baru mampu merumuskan dan menerapkan kebijakan yang mendukung perkembangan teknologi dan inovasi, serta mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan akademisi dalam bidang ini.

Selain itu, kita berharap presiden baru mampu memperkuat diplomasi dan hubungan internasional. Dalam konteks global, Indonesia memiliki peran strategis dan potensi yang besar untuk menjadi pemain kunci di kancah internasional. Kita berharap presiden baru mampu memanfaatkan posisi dan potensi ini untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara lain, serta memajukan kepentingan Indonesia di tingkat internasional.

Kita berharap presiden baru mampu membangun tatanan sosial yang adil dan inklusif. Kita berharap presiden baru mampu memastikan bahwa setiap warga negara, tanpa memandang suku, agama, ras, gender, atau latar belakang sosial ekonomi, memiliki akses yang sama terhadap peluang dan keadilan.

Anggaplah sudah ada presiden baru, harapan-harapan tadi tentu bukanlah tugas yang mudah. Namun, dengan komitmen yang kuat, kerja keras, dan dukungan dari seluruh elemen bangsa, kita yakin bahwa harapan ini bisa terwujud. Mari kita sama-sama berdoa dan berusaha untuk Indonesia yang lebih baik di bawah kepemimpinan presiden baru.

Tentu saja, semua harapan dan ekspektasi kita terhadap presiden baru tidak akan berarti apa-apa jika proses pemilihan presiden dan wakil presiden itu sendiri tidak berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan berkualitas. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kualitas dan integritas pemilu.

Pertama, kita harus memastikan bahwa kita semua, sebagai pemilih, memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang proses pemilu dan calon yang akan kita pilih. Kita harus mampu memilah informasi yang benar dan salah, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak berdasar.

Kedua, kita harus memastikan bahwa suara kita dihitung dengan benar. Ini berarti kita harus mengawasi proses penghitungan suara dan tidak segan untuk melaporkan jika menemukan kecurangan.

Ketiga, kita harus menjaga suasana yang kondusif selama proses pemilu. Ini berarti kita harus menghindari perpecahan dan konflik yang bisa ditimbulkan oleh perbedaan pilihan politik. Kita harus ingat bahwa meski kita mungkin memiliki pilihan politik yang berbeda, kita tetap satu bangsa dan satu negara.

Keempat, kita harus menghormati hasil pemilu. Siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, itu adalah pilihan mayoritas rakyat Indonesia. Kita harus menghormati hasil tersebut dan mendukung presiden dan wakil presiden terpilih dalam menjalankan tugas mereka.

Dengan demikian, kita semua memiliki peran penting dalam mengantar pemilihan presiden dan wakil presiden 2024 ini berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan berkualitas. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa demokrasi di Indonesia matang dan berkualitas.

Menjaga suasana kondusif selama proses pemilu dan menghindari perpecahan dan konflik bukanlah tugas yang mudah, namun bisa dilakukan dengan beberapa cara berikut:

1. Mengedukasi Diri dan Orang Lain: Pahami bahwa perbedaan pilihan politik adalah hal yang wajar dalam demokrasi. Edukasi diri sendiri dan orang lain untuk menghargai perbedaan pilihan dan pendapat.

2. Menghindari Provokasi: Jauhi provokasi dan berita palsu yang bisa memicu konflik. Sebarkan informasi yang akurat dan berimbang untuk membantu orang lain membuat keputusan yang tepat.

3. Menjaga Etika Berkomunikasi: Gunakan bahasa yang sopan dan menghargai saat berdiskusi tentang politik. Hindari kata-kata yang menyerang secara pribadi dan fokus pada isu dan fakta.

4. Melaporkan Pelanggaran: Jika menemui tindakan yang berpotensi memicu konflik, seperti kampanye hitam atau ujaran kebencian, laporkan kepada pihak berwenang.

5. Menyebarkan Pesan Damai: Sebarkan pesan damai dan persatuan, ingatkan bahwa kita semua adalah bagian dari komponen penting tercintanya kedamaian

6. Menjadi Contoh: Jadilah contoh bagi lingkungan sekitar dengan menunjukkan sikap yang dewasa dan bijaksana dalam berpolitik. Jangan terlibat dalam perdebatan yang tidak produktif dan selalu tunjukkan sikap yang menghargai perbedaan.

7. Mengajak Diskusi yang Sehat: Ajak orang-orang di sekitar Anda untuk berdiskusi tentang pemilu dengan cara yang sehat dan konstruktif. Diskusi harus berfokus pada isu, bukan pada serangan pribadi.

8. Menghargai Hasil: Siapapun yang terpilih, itu adalah hasil dari suara mayoritas. Menghargai hasil pemilu adalah bagian penting dari demokrasi. Jika ada ketidakpuasan terhadap hasil, gunakan saluran hukum yang ada.

9. Membangun Empati: Cobalah untuk memahami sudut pandang orang lain, meski berbeda dengan Anda. Empati dapat membantu mencegah konflik dan memperkuat ikatan sosial.

10. Berpartisipasi Aktif: Partisipasi aktif dalam proses pemilu bukan hanya tentang memberikan suara, tetapi juga tentang menjaga proses tersebut berjalan dengan adil dan damai.

Dengan cara-cara ini, kita semua dapat berkontribusi dalam menjaga suasana yang kondusif selama proses pemilu dan menghindari perpecahan dan konflik. Ingatlah, persatuan dan kesatuan adalah fondasi kekuatan bangsa kita. (**)