
Jakarta, katasulsel.com — Seorang penjaga gawang bagaikan benteng terakhir dalam peperangan. Dialah yang berdiri di antara kekalahan dan harapan, menepis setiap bola yang datang bagaikan gelombang serangan musuh.
Kini, Maarten Paes bersiap mengawal gawang FC Dallas di Major League Soccer (MLS) 2025 dengan lembar baru yang lebih besar dan lebih penuh tantangan.
FC Dallas akan mengawali musim ini dengan laga tandang melawan Houston Dynamo FC di Stadion BBVA Compass, Minggu (23/2/2025) pukul 08.30 WIB. Ini bukan sekadar duel biasa, melainkan awal perjalanan panjang bagi Paes untuk membuktikan diri sebagai penjaga gawang nomor satu.

Dari Nomor 30 ke Nomor 1: Babak Baru Sang Benteng
Sejak kedatangannya di Dallas, Maarten Paes identik dengan nomor 30. Seperti seorang pemain muda yang masih menunggu giliran tampil di panggung utama, ia bersabar.
Namun, dengan hengkangnya Jimmy Maurer, sang pemilik sebelumnya, kini nomor satu resmi berada di punggung Paes. Sebuah simbol, bahwa dialah sekarang yang memimpin di bawah mistar.
“Saat saya datang ke sini, Jimmy menggunakannya (nomor satu). Saya hormat kepadanya, dan saya tidak meminta untuk hal tersebut,” ujar Paes. “Maka setelah dia pergi, saya telah menunggu momen tersebut… Jadi saya ambil.”
Baca Lagi…
Nomor satu bukan sekadar angka. Itu adalah pernyataan. Itu adalah tanggung jawab besar. Dan Paes telah siap menerimanya.
FC Dallas: Misi Menebus Kegagalan Musim Lalu
Musim lalu, FC Dallas finis di peringkat ke-11 dari 14 tim di wilayah barat dengan 41 poin dari 34 pertandingan. Jarak enam poin dari tiga tim di atas mereka—Vancouver Whitecaps, Portland Timbers, dan Austin FC—seharusnya menjadi bahan bakar untuk tampil lebih baik di musim ini.
Manajemen pun bergerak cepat. Salah satu langkah strategis mereka adalah mendatangkan Luciano Acosta dari FC Cincinnati.
Pemain asal Argentina ini bukan sekadar pelengkap, melainkan motor serangan yang diharapkan bisa menjadi otak permainan Dallas. Dengan pengalamannya di MLS sejak 2016, Acosta tidak perlu waktu lama untuk beradaptasi.
Paes dan Ambisi Besar di MLS 2025
Musim lalu, Maarten Paes sudah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pelengkap di MLS. Ia bahkan diganjar penghargaan Best Save of the Year 2024. Namun, di sepak bola, penghargaan hanyalah kenangan. Yang terpenting adalah bagaimana menjaga konsistensi.
Kini, tantangan bagi Paes bukan hanya mempertahankan performanya, tapi meningkatkannya. Dengan FC Dallas yang memperbaiki skuad, Paes akan menjadi tembok pertahanan terakhir yang menentukan nasib tim. Apakah ia mampu menjadi ‘pemain ke-12’ yang memberikan rasa aman di lini belakang?
Sepak bola adalah permainan 90 menit yang penuh kejutan. Dan bagi Maarten Paes, musim ini adalah panggung untuk membuktikan bahwa ia memang layak menjadi yang terdepan.
Sang benteng telah siap, pertahanan telah diperkuat. Kini, tinggal menunggu apakah Dallas bisa lebih dari sekadar peserta di MLS 2025 atau benar-benar menjadi penantang serius. Kita tunggu aksinya di lapangan. (*)