Sidrap, katasulsel.com — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) akan menjadi salah satu pusat kegiatan pengabdian mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) tahun 2026. Sebanyak 2.200 mahasiswa Unhas dijadwalkan hadir dan tersebar di berbagai wilayah Sidrap melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 848 mahasiswa berasal dari KKN Profesi Kesehatan Angkatan 69 yang akan mengabdikan diri di tengah masyarakat dengan membawa latar belakang ilmu kesehatan.

Bagi Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, kedatangan ribuan mahasiswa ini bukan sekadar agenda akademik. Ia melihat KKN sebagai kesempatan untuk mempertemukan ilmu yang dipelajari di kampus dengan kebutuhan nyata masyarakat desa.

Hal itu disampaikan Syaharuddin saat memberikan pembekalan kepada mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas di Baruga Pettarani Unhas, Sabtu (20/6/2026).

“Saya sangat senang bisa berbicara di depan anak-anakku semuanya. Sebagai Bupati Sidrap saya dengan senang hati menyambut kedatangan semuanya di Kabupaten Sidrap,” ujar Syaharuddin.

Ia menyebut, jumlah mahasiswa KKN Unhas yang ditempatkan di Sidrap menjadi salah satu yang terbesar. Dari total sekitar 5.000 mahasiswa KKN Unhas, hampir setengahnya akan berada di Sidrap.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Sidrap untuk mendapatkan sentuhan inovasi dari berbagai disiplin ilmu.

“Saya minta anak-anak KKN Unhas memperlihatkan dampak ilmu yang telah didapat untuk diimplementasikan di desa-desa dan Kabupaten Sidenreng Rappang,” katanya.

Selain membawa program kerja, Syaharuddin juga menitipkan pesan agar mahasiswa menjadi contoh bagi generasi muda Sidrap.

Ia berharap kehadiran mahasiswa Unhas dapat membangun motivasi anak-anak desa untuk berani melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Kehadiran anak-anak sekalian di Sidrap pasti memberikan motivasi dan menjadi inspirasi bagi anak Sidrap agar nanti mengikuti seperti kalian,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, Syaharuddin memperkenalkan sejumlah potensi yang dimiliki Sidrap. Ia menyebut daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo tersebut terus berkembang sebagai daerah dengan sektor unggulan, mulai dari pertanian modern, pangan, energi terbarukan hingga wisata.

“Sidrap sekarang pertanian modern dan menjadi lumbung beras di Indonesia, lumbung telur, lumbung energi terbarukan, dan lumbung penghafal Al-Qur’an,” jelasnya.

Ia juga mengajak mahasiswa melihat potensi wilayah yang dapat dikembangkan selama KKN, termasuk kawasan Wattang Pulu yang memiliki ikon kincir angin serta kawasan wisata Datae.

“Kalau ke Wattang Pulu vibes-nya seperti ala-ala Eropa karena ada kincir anginnya. Bisa untuk healing, camping, dan membuat program kerja,” katanya.

Syaharuddin juga menjelaskan posisi strategis Sidrap yang berada di tengah Sulawesi Selatan dan berbatasan dengan lima daerah, yakni Wajo, Pinrang, Parepare, Soppeng, dan Enrekang.

Ia menyebut Sidrap memiliki fasilitas pendukung yang cukup memadai, termasuk layanan kesehatan dengan keberadaan rumah sakit daerah, rumah sakit swasta, serta puskesmas yang tersebar di wilayah kecamatan.

Menurutnya, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman langsung selama berada di desa-desa Sidrap.

“11 kecamatan di Kabupaten Sidrap anda pasti akan menikmati masa KKN yang happy, enjoy, dan serasa ada di kampung sendiri,” tuturnya.

Syaharuddin berharap mahasiswa tidak hanya datang, menjalankan program, lalu pulang. Ia ingin ada jejak ilmu dan manfaat yang tertinggal bagi masyarakat.

“Selamat bergabung di Sidrap. Saya minta tolong ilmu yang didapatkan dipraktikkan semuanya di Kabupaten Sidrap,” pungkasnya. (*)