Wajo, katasulsel.com – Politik tidak pernah berhenti pada hari pencoblosan.

Ketika seorang kepala daerah baru beberapa bulan menjabat lalu menerima mandat memimpin partai penguasa nasional di daerahnya, publik tentu membaca lebih dari sekadar pergantian struktur organisasi.

Itulah yang terjadi saat Bupati Wajo Andi Rosman resmi dikukuhkan sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Wajo dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD Gerindra Sulawesi Selatan di Upperhills Makassar, Selasa (4/8/2026).

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Hadir pula Ketua DPD Gerindra Sulsel Andi Iwan Darmawan Aras, Sekretaris DPD Gerindra Sulsel Darmawangsya Muin, serta Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman.

Secara formal, agenda tersebut merupakan bagian dari penguatan struktur partai hingga tingkat kabupaten dan kota.

Namun dalam politik, simbol sering kali lebih penting daripada seremoni.

Masuknya Andi Rosman ke pucuk pimpinan Gerindra Wajo dibaca banyak kalangan sebagai langkah strategis yang memiliki dimensi jauh lebih luas dibanding sekadar urusan kepartaian.

Sebab Gerindra hari ini bukan partai biasa.

Gerindra adalah partai Presiden Prabowo Subianto.

Partai yang saat ini memiliki akses langsung terhadap pusat kekuasaan nasional.

Karena itu, pengukuhan Andi Rosman memunculkan pertanyaan menarik: apakah ini hanya konsolidasi partai atau justru awal dari persiapan politik jangka panjang menuju Pilkada Wajo 2029?

Pertanyaan tersebut tidak muncul tanpa alasan.

Dalam tradisi politik Indonesia, kepala daerah yang menguasai pemerintahan sekaligus memimpin partai besar memiliki modal politik yang jauh lebih kuat dibanding mereka yang hanya mengandalkan jabatan birokrasi.

Kursi Ketua DPC memberi ruang konsolidasi yang lebih luas.

Mesin partai bergerak.

Kader terorganisir.

Komunikasi vertikal ke provinsi dan pusat menjadi lebih mudah.

Jika dihitung dari sekarang hingga 2029, Andi Rosman memiliki waktu yang cukup panjang untuk membangun fondasi politik yang lebih kokoh.

Namun ada sisi lain yang tidak kalah penting.

Pengukuhan ini juga dapat dibaca sebagai peluang besar bagi percepatan pembangunan Kabupaten Wajo.

Alasannya sederhana.

Ketika kepala daerah berada dalam satu garis politik dengan partai penguasa nasional, peluang sinkronisasi program pusat dan daerah menjadi lebih terbuka.

Tentu tidak otomatis semua persoalan selesai.

Tetapi komunikasi politik dan koordinasi pembangunan biasanya berjalan lebih cepat.

Banyak daerah di Indonesia yang menikmati percepatan proyek strategis karena memiliki koneksi politik yang kuat dengan pemerintah pusat.

Dalam konteks Wajo, harapan itu mulai muncul.

Masyarakat tentu berharap hubungan politik tersebut dapat diterjemahkan menjadi program nyata.

Mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan sektor pertanian, penguatan UMKM, hingga masuknya investasi baru yang mampu membuka lapangan kerja.

Karena pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu peduli siapa ketua partainya.

Yang mereka tunggu adalah hasilnya.

Jalan yang lebih baik.

Ekonomi yang bergerak.

Pelayanan publik yang meningkat.

Andi Rosman sendiri menegaskan siap menjalankan amanah sebagai Ketua DPC Gerindra Wajo dengan penuh tanggung jawab.

Ia berkomitmen memperkuat konsolidasi internal, menjaga kekompakan kader, dan memastikan Gerindra hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Tentu ini amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kami akan terus memperkuat konsolidasi internal, menjaga kekompakan kader, dan memastikan Gerindra hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Wajo,” ujar Andi Rosman.

Ia juga mengajak seluruh kader Gerindra untuk menjaga semangat kebersamaan dan mendukung program pembangunan demi kemajuan daerah.

Selain Andi Rosman, sejumlah kepala daerah lain di Sulawesi Selatan turut menerima mandat memimpin DPC Gerindra masing-masing daerah. Mereka antara lain Bupati Enrekang Muh Yusuf Ritangnga, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali, Bupati Sinjai Ratnawati Arif, dan Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim.

Sementara Anggota DPR RI Unru Baso dipercaya memimpin Gerindra Luwu Timur dan Trisal Tahir memimpin Gerindra Kota Palopo.

Kini bola ada di tangan Andi Rosman.

Jabatan Ketua DPC Gerindra bisa menjadi kendaraan politik yang kuat menuju masa depan.

Tetapi bisa pula menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan daerah.

Jika keduanya berjalan beriringan, maka pengukuhan di Makassar pekan ini mungkin akan dikenang bukan hanya sebagai agenda partai.

Melainkan sebagai salah satu titik awal perubahan arah politik dan pembangunan Kabupaten Wajo dalam beberapa tahun ke depan. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Wajo Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Wajo hanya di Katasulsel.com

πŸ‘‰ Lihat semua berita Wajo terbaru di sini