Sidrap, Katasulsel.com β Ketua Program Studi Hukum Bisnis Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Muhammad Yasmin, S.H., M.Kn., mendorong Business Law Student Centre (BL SC) dan Himpunan Mahasiswa Administrasi Kesehatan (HIMADKES) memperkuat kolaborasi lintas bidang keilmuan. Menurutnya, perbedaan disiplin ilmu bukan menjadi penghalang untuk melahirkan kegiatan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Muhammad Yasmin saat menghadiri pelantikan pengurus BL SC dan HIMADKES periode 2026-2027 di Aula Lantai 3 Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UMS Rappang, Senin (21/9/2026).
“Ini adalah kolaborasi yang luar biasa. Masing-masing ketua prodi saja bisa bersahabat, bertukar cerita dan berdiskusi. Kenapa tidak dengan himpunannya?” kata Yasmin.
Menurutnya, pelantikan bersama tersebut seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Kepengurusan baru diharapkan mampu membangun kolaborasi dalam berbagai program kerja, termasuk kegiatan ilmiah yang menggabungkan perspektif hukum dan kesehatan.
“Momentum ini jangan berakhir pada saat pelantikan saja. Harus ada kolaborasi terkait program kerja dan kegiatan lainnya,” ujarnya.
Yasmin menilai bidang hukum dan kesehatan memiliki banyak isu yang dapat dikaji secara bersama.
“Bidang keilmuan itu tidak perlu dibatasi. Kesehatan dan hukum sebenarnya memiliki banyak isu yang berkembang dan selalu berdampingan dalam kehidupan bernegara,” jelasnya.
Dia juga mendorong pengurus baru agar tidak hanya berfokus pada kegiatan yang bersifat hiburan atau membutuhkan anggaran besar. Organisasi mahasiswa, kata dia, perlu diarahkan pada kegiatan yang menghasilkan karya dan memberikan pengalaman bagi mahasiswa.
“Jangan muluk-muluk hanya tentang bazar atau kegiatan yang membutuhkan dana ekstra. Kembangkan kegiatan ilmiah, seperti seminar dan kegiatan yang menghasilkan karya,” katanya.
Sementara itu, Kaprodi Administrasi Kesehatan UMS Rappang, Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes., meminta pengurus baru HIMADKES dan BL SC berani membuat terobosan selama menjalankan kepengurusan.
Ia menyebut kepengurusan baru memiliki tantangan yang lebih besar sehingga diperlukan kemampuan memahami persoalan sebelum menentukan program kerja.
“Saya sudah berbicara empat mata dengan ketua himpunan yang baru. Saya tantang untuk membuat hal-hal baru yang sebelumnya belum dilakukan oleh kepengurusan sebelumnya,” ujar Zulkarnain.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar aktivitas organisasi diarahkan sebagai ruang untuk memberikan solusi, bukan justru menambah persoalan.
Menurut Zulkarnain, organisasi mahasiswa juga harus mampu menjadi ruang bagi seluruh mahasiswa Administrasi Kesehatan untuk terlibat. Karena itu, pihak program studi siap memberikan dukungan terhadap berbagai rencana kegiatan yang disusun pengurus.
“Kami dari prodi akan support penuh. Ketua umum harus menginformasikan rencana-rencana yang akan dilakukan agar bisa kita dudukkan bersama dan dicari solusinya,” katanya.
βSaya menunggu atraksi anda, Jadi, Silahkan beratraksi yang penting sesuai etika dan aturan yang berlaku,β tambahnya.
Pelantikan BL SC dan HIMADKES menjadi momentum regenerasi kepemimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan UMS Rappang. Kegiatan tersebut mengusung tema “Dari Pelantikan Menuju Aksi: Membangun Kepemimpinan Kolaboratif yang Adaptif dan Berdampak.”
Kegiatan dibuka Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sekaligus Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) UMS Rappang, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP. Turut hadir Kaprodi Hukum Bisnis Muhammad Yasmin, S.H., M.Kn., serta Kaprodi Administrasi Kesehatan Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.
Dalam pelantikan tersebut, Suci Hermanto resmi dipercaya sebagai Ketua Umum BL SC periode 2026-2027 menggantikan Muh. Rifki. Sementara Muhammad Sahlan dipercaya memimpin HIMADKES periode 2026-2027 menggantikan Nurbiani Abidin.
Yasmin berharap pengurus demisioner tetap memberikan pendampingan kepada kepengurusan baru apabila masih terdapat program kerja yang belum terselesaikan.
“Kalau ada program kerja lama yang belum sempat diselesaikan, bisa dilanjutkan atau bahkan dikembangkan. Sekretariat organisasi juga harus menjadi ruang belajar dan rumah kedua bagi pengurus,” pungkasnya.
Ia menambahkan, pengalaman berorganisasi memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa, mulai dari kemampuan berbicara di depan umum, membangun relasi, memperluas pengalaman, hingga memperkuat solidaritas.
“Di himpunan mahasiswa bisa membangun public speaking, mengembangkan relasi, bertemu teman-teman dari berbagai tingkatan dan berdiskusi. Belum lagi solidaritas yang terbangun,” ujarnya.
Dengan kepengurusan baru tersebut, BL SC dan HIMADKES diharapkan mampu menghadirkan program yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi juga memiliki nilai akademik serta memberikan dampak bagi mahasiswa dan masyarakat. (*)
