Sepang, Malaysia – Merah Putih kembali mendapat tempat di podium Moto3. Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil luar biasa di Grand Prix Malaysia 2026. Berangkat dari posisi kedelapan, rider Honda Team Asia itu berhasil finis kedua di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026).

Veda bukan hanya pulang membawa trofi runner-up. Hasil tersebut juga mengangkat posisinya ke peringkat ketujuh klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 131 poin.

Balapan sepanjang 15 putaran itu berlangsung panas sejak lampu start dipadamkan. Veda harus berjuang menembus kelompok depan di tengah persaingan ketat para pembalap papan atas.

Pada lap-lap awal, David Almansa sempat memimpin. Maximo Quiles, Alvaro Carpe, dan pembalap tuan rumah Hakim Danish ikut meramaikan pertarungan. Veda perlahan memperbaiki posisi dan mulai mengancam barisan terdepan.

Memasuki lap kedelapan, Veda berhasil menembus tiga besar. Persaingan semakin ketat ketika ia harus berhadapan dengan sejumlah pembalap untuk memperebutkan posisi podium.

Drama berlanjut hingga putaran terakhir. Veda sempat tergeser oleh Alvaro Carpe, tetapi pembalap bernomor 9 itu mampu merebut kembali posisi kedua dan mempertahankannya sampai garis finis.

Maximo Quiles keluar sebagai pemenang dengan catatan waktu 33 menit 7,630 detik. Veda menempati posisi kedua, sedangkan Alvaro Carpe melengkapi podium di urutan ketiga. Hakim Danish finis keempat di hadapan pendukungnya sendiri, disusul David Almansa di posisi kelima.

Bagi Veda, tambahan 20 poin dari Sepang membuat total koleksinya menjadi 131 poin. Ia kini berada di peringkat ketujuh klasemen, melewati Valentin Perrone yang sebelumnya berada di atasnya.

Sementara itu, kemenangan di Malaysia semakin menegaskan dominasi Quiles. Pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team tersebut mengoleksi 376 poin dan telah memastikan gelar juara dunia Moto3 2026.

Veda Naik, Persaingan Belum Usai

Meski gelar juara dunia sudah berada di tangan Quiles, persaingan di kelompok pembalap lainnya masih menyisakan cerita. Veda kini punya modal penting untuk memperbaiki posisinya pada tiga seri tersisa, yakni Qatar, Portugal, dan Valencia.

Podium Sepang juga menjadi jawaban setelah kekecewaan di Australia. Pekan sebelumnya, Veda sebenarnya meraih posisi start terdepan di Phillip Island. Namun, cuaca buruk membuat balapan Moto3 di sana dibatalkan.

Kini, ia membayar kekecewaan itu dengan hasil nyata. Start dari posisi kedelapan, bertarung di tengah kepungan rival, lalu finis sebagai runner-up.

Sepang menjadi panggung pembuktian bahwa Veda Ega Pratama bukan sekadar peserta di kelas Moto3. Pembalap Indonesia itu sudah mampu bersaing memperebutkan podium di level dunia.(*)