Sepang, Katasulsel.com – Dari Mandalika ke Sepang, peta persaingan dua pebalap muda Asia Tenggara, Veda Ega Pratama dan Hakim Danish, mengalami perubahan menarik. Hakim menunjukkan lonjakan performa dalam hasil kualifikasi, sementara Veda tetap bertahan di kelompok 10 besar.

Perbandingan hasil kualifikasi Moto3 di Indonesia dan Malaysia memperlihatkan dua perjalanan berbeda.

Di Sirkuit Mandalika, Hakim Danish harus puas menempati posisi ke-18. Namun, ketika tampil di hadapan publik sendiri di Sirkuit Internasional Sepang, Sabtu (31/10/2026), pebalap Malaysia itu berhasil menembus posisi ketiga.

Lompatan 15 posisi tersebut menjadi salah satu cerita menarik dari persaingan Moto3 Malaysia 2026.

Hakim mencatat waktu 2 menit 10,529 detik. Ia hanya berada di belakang Maximo Quiles yang merebut pole position dengan 2 menit 10,396 detik dan Brian Uriarte di posisi kedua dengan 2 menit 10,480 detik.

Sementara itu, perjalanan Veda sedikit berbeda.

Pebalap Indonesia tersebut sebelumnya menempati posisi ketujuh saat kualifikasi di Mandalika. Di Sepang, ia harus menerima posisi kedelapan setelah membukukan waktu 2 menit 10,861 detik.

Veda turun satu tingkat. Meski demikian, ia masih mampu mempertahankan tempat di jajaran 10 besar.

Hakim membuat kejutan, Veda menjaga konsistensi

Jika melihat angka perubahan, Hakim memang menjadi sorotan utama.

Dari posisi ke-18 di Mandalika, kini ia berada di urutan ketiga di Malaysia. Perubahan ini memberinya keuntungan besar karena bisa memulai balapan dari barisan terdepan atau front row.

Bagi Hakim, tampil di Sepang juga memiliki nilai tersendiri. Ia berlomba di hadapan pendukung negaranya dan memiliki kesempatan untuk membuktikan diri di kandang sendiri.

Di kubu Indonesia, Veda punya cerita berbeda. Posisi ketujuh di Mandalika dan kedelapan di Sepang menunjukkan bahwa ia masih berada dalam persaingan kelompok depan, meskipun belum berhasil menembus tiga besar saat kualifikasi Malaysia.

Menariknya, jarak kedua pebalap di Sepang hanya 0,332 detik. Hakim lebih cepat daripada Veda, tetapi selisih tersebut memperlihatkan bahwa keduanya tidak terpaut terlalu jauh dalam catatan waktu.

Dari kualifikasi menuju pertarungan sesungguhnya

Perbandingan hasil kualifikasi kedua sirkuit ini memberikan gambaran tentang perkembangan posisi start, tetapi belum menjadi penentu hasil balapan.

Hakim memiliki keuntungan karena memulai lomba dari posisi ketiga. Namun, mempertahankan posisi di tengah persaingan ketat Moto3 bukan perkara mudah.

Veda justru menghadapi tantangan berbeda. Start dari posisi kedelapan mengharuskannya bekerja lebih keras sejak lap pertama. Ia perlu mencari celah untuk menyalip dan menjaga kontak dengan rombongan terdepan.

Dua pebalap ini kini membawa misi masing-masing. Hakim ingin memanfaatkan keuntungan sebagai pebalap tuan rumah, sedangkan Veda berpeluang membuat kejutan dengan merangsek dari barisan kedua.

Dari Mandalika ke Sepang, Hakim mencatat lonjakan 15 posisi, sementara Veda hanya bergeser satu tingkat.

Namun, satu hal perlu diingat: kualifikasi menentukan posisi start, bukan siapa yang akan berdiri di podium.

Jawabannya akan tersaji pada balapan utama Moto3 Malaysia, Minggu (1/11/2026). Apakah Hakim mampu mengubah posisi ketiga menjadi podium di rumah sendiri? Atau Veda justru membuat kejutan dengan menyalip para pesaingnya?. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru