SEPANG – Bukan posisi start yang menentukan hasil akhir. Veda Ega Pratama membuktikannya di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia. Memulai balapan dari urutan kedelapan, pembalap Indonesia itu sukses merebut podium kedua Moto3 Grand Prix Malaysia, Minggu (1/11/2026).

Perjuangan Veda tidak langsung mudah. Start dari baris ketiga membuatnya harus bekerja keras menembus rombongan depan. Namun, memasuki lap kelima dari total 15 putaran, pembalap Honda Team Asia itu sudah berhasil merangsek ke posisi lima besar.

Persaingan semakin sengit pada lap kedelapan. Veda terlibat duel dengan pembalap tuan rumah, Hakim Danish, untuk memperebutkan posisi ketiga.

Belum selesai dengan pertarungan tersebut, Veda kembali terlibat persaingan penting pada lap kesembilan. Kali ini, lawannya adalah pembalap KTM, Alvaro Carpe. Keduanya bertarung memperebutkan posisi kedua, sementara Maximo Quiles berada di posisi terdepan.

Dari rangkaian persaingan itu, Veda akhirnya mampu mengamankan finis di posisi kedua. Hasil ini menjadi pencapaian penting bagi pembalap muda asal Yogyakarta tersebut di hadapan persaingan ketat kelas Moto3.

Podium di Sepang juga menjadi pelipur lara setelah Veda kehilangan kesempatan berlomba di Grand Prix Australia pekan sebelumnya.

Saat itu, Veda sebenarnya berhasil meraih posisi start terdepan di Sirkuit Phillip Island. Namun, cuaca buruk membuat seluruh balapan MotoGP di sirkuit tersebut dibatalkan.

Veda sempat mengungkapkan kekecewaannya. Ia menyebut pembatalan balapan itu sebagai salah satu hari Minggu paling mengecewakan dalam hidupnya.

Meski gagal mengubah pole position menjadi poin di Australia, Veda memilih membawa pulang pengalaman positif. Ia mengaku mampu beradaptasi dengan cepat di Phillip Island, lintasan yang masih baru baginya.

Kini, Sepang memberikan cerita berbeda. Dari posisi kedelapan di garis start, Veda berhasil menembus persaingan terdepan dan menutup balapan dengan podium kedua.

Sebuah akhir pekan yang membanggakan bagi Veda Ega Pratama dan publik balap Indonesia.