Jakarta, katasulsel.com – Podium kedua di Malaysia baru permulaan. Perjuangan Veda Ega Pratama di Moto3 2026 belum selesai. Masih ada tiga seri tersisa, dan pembalap muda Indonesia itu punya kesempatan memperbaiki posisinya di klasemen dunia.

Setelah tampil impresif di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026), Veda kini bertengger di peringkat ketujuh dengan koleksi 131 poin. Hasil runner-up di Malaysia membuat namanya semakin diperhitungkan dalam persaingan kelompok papan tengah.

Jarak menuju lima besar memang masih 26 poin. Namun, dengan tiga balapan tersisa dan maksimal 75 poin yang masih bisa diperebutkan, peluang untuk mendekat masih terbuka.

Tantangan berikutnya datang beruntun. Seri Qatar akan menjadi arena pertarungan pada 6–8 November, disusul Portugal pada 20–22 November. Musim kemudian ditutup di Valencia, Spanyol, pada 27–29 November 2026.

Tiga Seri Terakhir Moto3 2026

  • 6–8 November: GP Qatar – Lusail International Circuit
  • 20–22 November: GP Portugal – Autódromo Internacional do Algarve
  • 27–29 November: GP Valencia – Circuit Ricardo Tormo

Meski gelar juara dunia sudah diamankan Maximo Quiles, persaingan belum kehilangan tensi. Quiles kini mengoleksi 376 poin, sementara perebutan posisi di bawahnya masih menyisakan persaingan ketat.

Veda juga harus memperhatikan pergerakan rival di belakangnya. Pembalap Malaysia, Hakim Danish, berada di peringkat kesembilan dengan 116 poin. Artinya, jarak keduanya hanya 15 poin.

Situasi ini membuat tiga seri terakhir menjadi penting bagi Veda. Ia bukan hanya berpeluang mengejar posisi lebih tinggi, tetapi juga harus menjaga konsistensi agar tidak disalip para pesaing.

Dari Sepang Menuju Tiga Panggung Terakhir

Penampilan Veda di Malaysia menjadi modal berharga. Start dari posisi kedelapan, ia mampu menembus barisan depan dan mengakhiri balapan sebagai runner-up.

Kini tantangannya adalah menjaga momentum tersebut. Qatar, Portugal, dan Valencia akan menjadi tiga kesempatan terakhir untuk menambah poin sekaligus memperbaiki posisi di klasemen akhir.

Bagi publik Indonesia, perhatian tentu tertuju pada satu nama: Veda Ega Pratama.

Podium Sepang sudah menjadi kebanggaan. Tetapi, jika mampu mengulang performa serupa dalam tiga seri penutup, Veda masih punya kesempatan menutup musim dengan kejutan yang lebih besar. (*)