Makassar, katasulsel.com — Pesan singkat yang masuk ke ponsel sering dianggap gangguan biasa. Isinya pun hampir seragam: ajakan bermain judi online dengan iming-iming keuntungan besar.

Namun, di Makassar, SMS semacam itu diduga bukan pekerjaan iseng. Polisi menemukan indikasi bisnis terorganisasi yang menghasilkan uang hingga miliaran rupiah.

Tim Siber Polrestabes Makassar membongkar dugaan sindikat promosi judi online yang disebut memiliki keterkaitan dengan jaringan luar negeri. Tiga pria berinisial NT, SS, dan T ditetapkan sebagai tersangka setelah diamankan di tiga lokasi berbeda pada September 2026.

Sebelas unit modem pool disita. Perangkat inilah yang diduga menjadi mesin pengirim ribuan pesan promosi judi online.

Skalanya cukup mencengangkan. Dalam sehari, para tersangka diduga mengirim 2.000 hingga 3.000 SMS secara acak ke berbagai nomor telepon.

Aktivitas itu disebut berlangsung sejak 2024 hingga 2026. Keuntungan yang diduga diperoleh mencapai Rp1,3 miliar.

Jika angka tersebut dibagi berdasarkan masa operasi sekitar dua tahun, bisnis ini menghasilkan rata-rata puluhan juta rupiah setiap bulan. Tentu, angka itu masih merupakan gambaran matematis dari nilai keuntungan yang disampaikan dalam pengungkapan kasus, bukan rincian pendapatan yang telah diverifikasi secara terpisah.

Yang membuat perkara ini lebih menarik adalah dugaan hubungan operasional dengan pihak luar negeri.

Kasubnit Siber Tipidter Satreskrim Polrestabes Makassar, Ipda Andre Satya Dharma, mengungkapkan bahwa para tersangka diduga bekerja sama dengan perusahaan bernama Skylane yang disebut berada di China.

Mereka diduga menerima bayaran berdasarkan jumlah SMS yang berhasil dikirim. Pembayaran dilakukan setiap akhir bulan.

Polisi juga menemukan dugaan perekrutan melalui Telegram oleh seseorang yang disebut sebagai warga negara asing.

Pemeriksaan ponsel para tersangka menemukan percakapan dengan sejumlah nomor asing yang diduga berasal dari China dan Malaysia.

Temuan tersebut kini menjadi bagian dari pendalaman penyidik untuk mengungkap siapa pengendali sebenarnya.

ā€œDari hasil pendalaman bukti percakapan yang sudah kami ekstrak dari ponsel, ditemukan beberapa percakapan dengan nomor asing, di antaranya dari China dan Malaysia,ā€ kata Andre, Sabtu (24/10/2026).

Ada satu hal yang patut dicermati dari kasus ini. Promosi judi online ternyata tidak selalu bekerja melalui iklan besar atau akun media sosial dengan jutaan pengikut.

Pesan singkat pun bisa menjadi instrumen distribusi. Murah, cepat, menjangkau banyak nomor, dan dapat dioperasikan menggunakan perangkat khusus.

Tetapi pertanyaan yang lebih besar justru berada di balik layar: siapa yang menyediakan sistem, siapa yang membiayai operasi, dan ke mana keuntungan akhirnya mengalir?

Sebab, jika benar ada jaringan lintas negara, tiga tersangka yang telah ditangkap bisa saja hanya bagian dari rantai operasional yang lebih panjang.

Polisi kini masih menelusuri aliran pembayaran dan kemungkinan keterlibatan pihak lain. Ketiga tersangka telah ditahan di Rutan Polrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum.

Kasus ini memperlihatkan satu sisi lain dari industri judi online: bukan hanya soal orang yang bermain, tetapi juga ekosistem promosi yang diduga bekerja secara sistematis untuk membawa pemain masuk ke dalamnya. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru