WAJO, Katasulsel.com — Persoalan antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Wajo belum sepenuhnya teratasi. Di beberapa titik, barisan kendaraan yang mengular bahkan disebut mulai berdampak pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas masyarakat.
Kondisi tersebut mendapat perhatian Wakil Ketua DPRD Sulawesi Selatan, Supriadi Arief. Ia meminta Pemerintah Kabupaten Wajo segera menindaklanjuti langkah-langkah yang telah direkomendasikan Pemerintah Provinsi Sulsel untuk mengurai kepadatan antrean BBM.
Saat dihubungi, Jumat (18/9/2026), Supriadi mengaku menyaksikan langsung panjangnya antrean kendaraan ketika melintasi wilayah Kabupaten Wajo.
Menurutnya, Pemprov Sulsel sebelumnya telah menerbitkan dua surat edaran yang ditujukan kepada pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya penanganan antrean kendaraan di SPBU.
Surat edaran pertama yang diterbitkan pada 7 September 2026 berisi arahan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) penanganan antrean BBM. Sementara surat edaran kedua tertanggal 12 September 2026 mengatur penerapan sistem ganjil-genap sebagai salah satu opsi untuk mengurangi penumpukan kendaraan.
“Dua langkah ini sebelumnya sudah diterapkan di Makassar dan dinilai mampu membantu mengurai kepadatan kendaraan di sekitar SPBU. Karena itu kami berharap daerah-daerah yang menghadapi persoalan serupa dapat segera menyesuaikan dan menindaklanjutinya,” kata Supriadi.
Ia menilai keberhasilan kebijakan tersebut sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat kepolisian, pengelola SPBU hingga instansi terkait lainnya.
Dalam beberapa pekan terakhir, antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Wajo menjadi perhatian publik. Di beberapa lokasi, antrean bahkan meluber ke badan jalan sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas. Aparat Polres Wajo diketahui telah turun melakukan pengaturan kendaraan, termasuk di kawasan Empagae yang sempat mengalami kepadatan.
Supriadi menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah-langkah tersebut bukan sekadar mengurai antrean BBM, tetapi juga menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan menghindari kemacetan yang berkepanjangan.
“Kita berharap semua pihak dapat bersinergi. Yang terpenting adalah antrean lebih tertib, lalu lintas tetap lancar, dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa terganggu,” ujarnya.
Hingga kini, antrean kendaraan di sejumlah SPBU Wajo masih menjadi tantangan yang menunggu solusi konkret. Sejumlah pihak berharap kebijakan yang telah disiapkan pemerintah dapat segera diterapkan sesuai kondisi lapangan agar kepadatan tidak terus berulang.(*)
