Sidrap, Katasulsel.com β€” Ada kabar baik dari balik angka pemeriksaan HIV di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).

Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, sebanyak 122 pemeriksaan Viral Load (VL) HIV telah dilakukan. Hasilnya, 117 orang atau 95,9 persen tercatat berada dalam kondisi tersupresi, yakni memiliki jumlah virus HIV di bawah 1.000 kopi/mL.

Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan terapi antiretroviral (ARV) yang dijalani pasien.

Dengan kata lain, di balik data tersebut ada kabar bahwa sebagian besar pasien yang menjalani terapi mampu mencapai kondisi virus yang sangat rendah.

Kepala Dinas Kesehatan Sidrap, Dr. Ishak Kenre, SKM, MKes, mengatakan hasil tersebut menjadi indikasi bahwa terapi ARV yang dijalani pasien bekerja dengan sangat baik.

β€œIni menunjukkan bahwa terapi antiretroviral (ARV) yang dijalani pasien bekerja dengan sangat baik,” ujar Ishak.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari upaya Dinas Kesehatan bersama fasilitas pelayanan kesehatan dalam memaksimalkan penjangkauan serta memastikan pasien mendapatkan layanan dan terapi ARV.

Layanan tersebut berjalan melalui jaringan puskesmas dan rumah sakit yang memberikan pelayanan kepada pasien HIV.

Virus Ditekan, Bukan Pasien Dijauhi

Pemeriksaan Viral Load memiliki arti penting dalam perjalanan pengobatan HIV. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui seberapa banyak virus HIV yang terdapat dalam darah seseorang yang menjalani terapi.

Ketika viral load berhasil ditekan hingga di bawah 1.000 kopi/mL, kondisi tersebut dikategorikan sebagai tersupresi.

Dari 122 pemeriksaan di Sidrap, hanya lima hasil yang tercatat belum tersupresi atau berada di atas 1.000 kopi/mL.

Kelima pasien tersebut menjadi bagian yang perlu mendapatkan evaluasi dan pendampingan lebih lanjut, bukan untuk diberi stigma.

Justru di titik inilah layanan kesehatan memiliki peran penting: memastikan pasien tetap mendapatkan pendampingan, evaluasi kepatuhan terapi, serta penanganan medis sesuai kebutuhannya.

14 Fasilitas Kesehatan Ikut Bergerak

Pemeriksaan VL tersebut tersebar di 14 fasilitas pelayanan kesehatan.

RSUD Nene Mallomo mencatat 24 pemeriksaan dan seluruhnya tersupresi. RSUD Arifin Nu’mang juga mencatat 19 pemeriksaan dengan seluruh hasil tersupresi.

Puskesmas Pangkajene melakukan 20 pemeriksaan dengan 19 hasil tersupresi. Puskesmas Rappang mencatat 15 pemeriksaan dan seluruhnya tersupresi.

Sementara fasilitas lainnya juga ikut memberikan kontribusi dalam layanan pemeriksaan dan pengobatan HIV, antara lain Puskesmas Dongi, Lawawoi, Baranti, Lancirang, Manisa, Barukku, Empagae, Amparita, Bilokka serta RS Anugrah.

Data tersebut memperlihatkan bahwa penanganan HIV bukan hanya pekerjaan satu fasilitas kesehatan. Ada jejaring layanan yang bergerak untuk menjangkau pasien, melakukan pemeriksaan, menyediakan terapi, dan memantau hasil pengobatan.

Target Berikutnya Bukan Berhenti di 95,9 Persen

Capaian 95,9 persen tentu bukan garis akhir.

Masih ada lima pasien dengan hasil viral load belum tersupresi yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Di sisi lain, 117 pasien yang sudah tersupresi juga perlu terus mendapatkan dukungan agar kondisi tersebut dapat dipertahankan.

Bersambung……..