Karena terapi HIV bukan pengobatan sekali datang lalu selesai.

Konsistensi menjalani terapi, pemeriksaan berkala, pendampingan, serta dukungan dari layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam menjaga keberhasilan pengobatan.

Dinkes Sidrap bersama puskesmas dan rumah sakit terus memaksimalkan penjangkauan dan terapi ARV agar pasien dapat mengakses layanan secara berkelanjutan.

Pesannya sederhana: ketika virus berhasil ditekan, kualitas hidup pasien pun punya peluang untuk tetap terjaga.

Dan yang tak kalah penting, HIV tidak semestinya membuat seseorang kehilangan hak untuk mendapatkan layanan kesehatan, dukungan, dan kehidupan yang bermartabat.

Bagi Sidrap, angka 95,9 persen ini bukan sekadar statistik. Ia menjadi gambaran bahwa pengobatan, pendampingan dan layanan kesehatan terus bekerja. (*)