Makassar, Katasulsel.com β Jangan bayangkan Jambore Nasional hanya soal mendirikan tenda dan berkumpul di lapangan.
Di balik seragam cokelat yang dikenakan para peserta, tersimpan mimpi besar.
Mimpi tentang kepemimpinan.
Tentang persahabatan lintas daerah.
Dan tentang lahirnya generasi yang suatu hari akan memimpin Indonesia.
Rabu (5/8/2026), semangat itu terlihat jelas saat Kontingen Gerakan Pramuka Kota Makassar resmi dilepas untuk mengikuti Jambore Nasional XII.
Wajah-wajah muda penuh optimisme memenuhi lokasi pelepasan.
Mereka datang bukan hanya sebagai peserta.
Mereka berangkat sebagai duta Kota Makassar.
Pelepasan kontingen dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar, Syamsul Bahri, S.IP., M.Si., yang memberikan motivasi sekaligus pesan penting kepada para peserta.
Menurutnya, Jambore Nasional merupakan salah satu ruang pendidikan karakter terbesar yang dimiliki bangsa Indonesia.
Di sana, ribuan peserta dari berbagai provinsi akan berkumpul, belajar, bertukar pengalaman, dan membangun jejaring persahabatan yang bisa bertahan seumur hidup.
“Keikutsertaan dalam Jambore Nasional bukan hanya tentang mengejar prestasi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana adik-adik mampu memperluas wawasan, mempererat persaudaraan, serta menjadi pribadi yang lebih tangguh dan berkarakter,” ujar Syamsul Bahri.
Pesan itu disambut tepuk tangan peserta.
Sebab mereka sadar, perjalanan menuju Jambore Nasional bukanlah proses yang singkat.
Berbagai tahapan pembinaan telah mereka jalani.
Mulai dari latihan keterampilan kepramukaan, penguatan mental, kedisiplinan, hingga pembentukan karakter kepemimpinan.
Semua dipersiapkan agar mereka mampu tampil maksimal saat bertemu peserta dari seluruh penjuru Indonesia.
Bagi Kota Makassar, keberangkatan kontingen ini bukan sekadar mengirim peserta ke sebuah kegiatan nasional.
Ini adalah investasi jangka panjang.
Sebab dari kegiatan seperti inilah lahir generasi yang terbiasa bekerja sama, menghargai perbedaan, memiliki jiwa sosial tinggi, dan mampu memimpin dalam berbagai situasi.
Syamsul Bahri juga mengingatkan para peserta agar menjaga nama baik Makassar selama mengikuti jambore.
Ia berharap para anggota kontingen menjadi contoh dalam kedisiplinan, etika, serta semangat persaudaraan.
Di arena jambore nanti, mereka akan bertemu ribuan anggota Pramuka dari Sabang hingga Merauke.
Berbagi cerita.
Belajar budaya baru.
Dan mengenal Indonesia dari sudut pandang yang lebih luas.
Tidak sedikit yang meyakini pengalaman itu akan menjadi bekal berharga yang tak bisa diperoleh di ruang kelas.
Karena pelajaran terbaik sering kali lahir dari pengalaman langsung.
Dari interaksi.
Dari tantangan.
Dan dari kebersamaan.
Kini, harapan masyarakat Makassar ikut menyertai langkah para peserta.
Bukan semata agar mereka membawa pulang penghargaan.
Tetapi agar mereka kembali dengan sesuatu yang lebih penting.
Karakter yang lebih kuat.
Wawasan yang lebih luas.
Dan semangat yang lebih besar untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.
Sebab sejatinya, Jambore Nasional bukan tentang siapa yang paling hebat.
Melainkan tentang siapa yang pulang menjadi pribadi yang lebih baik daripada saat berangkat. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
