Sidrap, Katasulsel.com — Nama Persidrap pernah menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap). Namun setelah era Persidrap, lahirlah sebuah klub baru yang sempat mengundang perhatian pencinta sepak bola Indonesia: Sidrap United.

Tidak banyak yang mengetahui, cikal bakal Sidrap United bermula pada 2016 saat sebuah tim asal Sidrap mengikuti Turnamen Habibie Cup di Parepare. Saat itu, tim tersebut diperkuat sejumlah pemain nasional dan mulai diperkenalkan dengan nama baru: Sidrap United.

Gagasan penggunaan nama Sidrap United disebut diprakarsai oleh Bupati Sidrap saat itu, Rusdi Masse (RMS), bersama pelatih Syafril Usman dan Sekretaris Askab PSSI Sidrap yang juga menjabat Sekretaris Manajer Sidrap United, Farid Galib.

Dari sinilah perjalanan sebuah klub yang kemudian dijuluki “Laskar Ganggawa” dimulai.

Farid Galib juga memiliki peran penting dalam penyempurnaan identitas klub. Logo Sidrap United yang kemudian dikenal luas merupakan hasil penyempurnaan desain yang dikerjakannya berdasarkan arahan pemilik klub saat itu.

Meski tergolong klub baru, Sidrap United tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan kualitasnya.

Pada musim Liga 3 tahun 2017, Sidrap United tampil mengejutkan. Klub asal Bumi Nene Mallomo itu berhasil menjuarai Liga 3 Zona Sulawesi Selatan setelah menaklukkan Perspin Pinrang dengan skor 2-1 melalui perpanjangan waktu di Lapangan Karebosi, Makassar, 7 September 2017.

Gelar tersebut mengantarkan Sidrap United mewakili Sulawesi Selatan ke putaran nasional Liga 3.

Di level nasional, Sidrap United tergabung di Grup G bersama Pelangi Kalimantan Utara dan Persekabpas Pasuruan. Laskar Ganggawa berhasil melewati fase grup dan melangkah hingga babak 32 besar.

Perjalanan impresif itu akhirnya terhenti pada babak 16 besar nasional yang berlangsung di Jepara, Jawa Tengah. Meski gagal melangkah lebih jauh, pencapaian tersebut menjadi salah satu prestasi terbaik klub sepak bola asal Sidrap di era modern.

Namun bukan hanya prestasi yang membuat Sidrap United dikenal luas.

Klub ini juga menjadi buah bibir di kalangan pecinta sepak bola nasional karena fasilitas yang dimilikinya. Saat sebagian besar klub Liga 3 masih menggunakan fasilitas sederhana, Sidrap United tampil berbeda.

Bus resmi tim yang dimiliki klub tersebut disebut-sebut menjadi salah satu yang termewah di Indonesia saat itu.

Kemewahannya bahkan kerap dibandingkan dengan bus milik klub-klub besar Liga 1 seperti Persib Bandung, Persija Jakarta, Madura United hingga Borneo FC.

Bagi banyak pengamat sepak bola, kemunculan Sidrap United menjadi fenomena tersendiri. Klub dari daerah yang berlaga di kasta ketiga nasional itu hadir dengan manajemen profesional, fasilitas modern, dan ambisi besar untuk mengangkat nama Sidrap di pentas sepak bola Indonesia.

Dengan jersey khas hitam-oranye yang identik dengan julukan Laskar Ganggawa, Sidrap United bukan sekadar klub sepak bola. Ia menjadi simbol kebangkitan sepak bola Sidrap setelah era Persidrap.

Meski perjalanan klub tersebut tidak berlangsung panjang, jejaknya masih dikenang hingga kini sebagai salah satu kisah paling menarik dalam sejarah sepak bola Sulawesi Selatan. (*)