Bagi Sidrap, kerja sama ini menjadi bagian dari upaya menjaga sektor peternakan yang memiliki peran penting dalam ekonomi daerah.
Tambahan alokasi 8.260 ton tentu menjadi kabar yang patut disambut. Tetapi peternak tidak menjalankan usahanya berdasarkan pengumuman. Mereka menjalankan kandang setiap hari, sementara kebutuhan pakan terus berjalan.
Karena itu, ukuran keberhasilan program ini pada akhirnya sederhana: jagung tersedia, distribusi lancar, penerima tepat sasaran, dan peternak benar-benar merasakan manfaatnya.
Dengan 5,4 juta ayam petelur dan produksi sekitar 5 juta butir telur per hari, persoalan pakan di Sidrap bukan masalah kecil. Ia menyangkut keberlanjutan usaha ratusan peternak sekaligus salah satu penopang pasokan telur.
Kini, setelah alokasi meningkat, perhatian berikutnya tertuju pada pelaksanaan di lapangan. Sebab, bagi peternak, kabar baik yang paling berarti bukan sekadar jagung dijanjikan dalam ribuan ton.
Melainkan jagung itu benar-benar tiba ketika kandang membutuhkannya.(*)
