Jakarta, katasulsel.com — Ribuan pelari mungkin pulang membawa medali dan foto-foto manis dari Yellow Run 2026 di kawasan Gelora Bung Karno (GBK). Namun bagi seorang peserta bernama Prettykowaas, acara itu justru berakhir dengan air mata.

Video curahan hatinya viral di media sosial.

Bukan karena gagal finis.

Bukan pula karena cedera saat berlari.

Melainkan karena satu hal yang menurutnya tak pernah mendapatkan kejelasan hingga acara selesai: kategori “Best Costume”.

Dalam video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya, Prettykowaas tampak menahan tangis sambil menceritakan kekecewaannya.

Ia mengaku sengaja menyiapkan kostum khusus dan bertahan mengikuti seluruh rangkaian acara dari awal hingga akhir karena meyakini ada kompetisi kostum terbaik yang akan diumumkan panitia.

“Gue ngikutin acaranya dari awal sampai akhir,” ujarnya.

Menurutnya, mengenakan kostum untuk ajang lari bukan perkara sederhana. Selain membutuhkan biaya tambahan, kostum juga membuat aktivitas berlari menjadi lebih berat, apalagi di bawah terik matahari.

“Kalau enggak ada best costume, gue juga enggak mau pakai kostum,” katanya.

Yang membuat persoalan ini semakin ramai diperbincangkan adalah munculnya tangkapan layar percakapan Instagram yang ikut ditampilkan dalam unggahannya.

Dalam tangkapan layar tersebut, terlihat Prettykowaas membagikan unggahan promosi Yellow Run yang dikolaborasikan dengan akun komunitas lari.

Pada 20 April 2026 pukul 20.52 WIB, ia mengirim pertanyaan kepada akun penyelenggara mengenai keberadaan kategori Best Costume.

Keesokan harinya, 21 April pukul 08.30 WIB, akun tersebut disebut membalas singkat:

“Halo Kak, ada yaaa.”

Jawaban itulah yang, menurut pengakuannya, menjadi salah satu alasan dirinya mempersiapkan kostum dan mengikuti acara hingga selesai.

Namun ketika acara berakhir, kategori yang ia tunggu-tunggu disebut tidak pernah diumumkan.

Prettykowaas mengaku sempat mendatangi pusat informasi untuk meminta penjelasan. Namun menurut versinya, ia hanya diarahkan untuk menghubungi pihak lain tanpa memperoleh jawaban pasti.

Video tersebut kemudian menyebar luas setelah dikolaborasikan dengan akun komunitas pelari.

Dalam waktu singkat, unggahan itu dibanjiri respons warganet. Hingga Minggu (8/6/2026), video tersebut telah memperoleh ratusan ribu tanda suka dan ribuan komentar.

Sebagian warganet menyoroti pentingnya kejelasan informasi dari penyelenggara sebuah event. Sebagian lainnya menilai persoalan ini bukan semata soal hadiah atau kompetisi, melainkan tentang ekspektasi peserta yang terbentuk dari informasi yang mereka terima sebelum acara berlangsung.

Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi dari pihak penyelenggara terkait keluhan yang disampaikan peserta mengenai kategori Best Costume tersebut.

Sementara di media sosial, satu pertanyaan masih terus berulang:

Jika memang kategori itu ada, mengapa tidak diumumkan?

Dan jika memang tidak ada, mengapa peserta mengaku pernah mendapatkan jawaban sebaliknya? (*)