Sidrap, Katasulsel.com — Stadion Ganggawa, Pangkajene, Kabupaten Sidrap, Rabu (10/6/2026) sore, bukan sekadar menjadi tempat berlangsungnya pertandingan sepak bola. Lapangan kebanggaan masyarakat Sidrap itu berubah menjadi panggung pertemuan dua kekuatan dari pesisir barat Sulawesi Selatan saat Kakha FC Makassar berhadapan dengan Lasinrang Putra FC Pinrang dalam lanjutan Sidrap Cup 2026.

Kick off pukul 14.39 WITA menandai dimulainya duel yang sarat gengsi. Bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga tentang membawa nama daerah masing-masing di hadapan ribuan pasang mata yang memadati tribun Stadion Ganggawa.

Dari ruang ganti Kakha FC, semangat menyerang terlihat jelas dalam susunan pemain yang diturunkan. Arlan dipercaya menjaga gawang, sementara Firman, Hajir, Irsan, Tile, Bulla, dan Arman menjadi tumpuan untuk membongkar pertahanan lawan. Tim asal Makassar itu datang dengan reputasi sebagai salah satu tim yang kerap menyulitkan lawan melalui permainan cepat dan agresif.

Namun Lasinrang Putra FC Pinrang juga datang bukan untuk sekadar melengkapi pertandingan. Momo yang berdiri di bawah mistar didukung barisan pemain seperti Daniel, Paddo, Awal, Taufik, Adi Tebe hingga Zul Cahrego yang siap mengimbangi tekanan sejak menit pertama.

Pertandingan ini menghadirkan cerita menarik karena mempertemukan dua daerah yang sama-sama memiliki tradisi sepak bola kuat. Di satu sisi ada Makassar sebagai kota yang melahirkan banyak talenta sepak bola Sulawesi Selatan. Di sisi lain, Pinrang dikenal sebagai daerah yang kerap melahirkan pemain tangguh dengan karakter permainan keras dan disiplin.

Sidrap Cup 2026 sendiri semakin menunjukkan kelasnya sebagai turnamen regional bergengsi. Klub-klub dari berbagai daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat datang membawa pemain terbaik mereka untuk berburu prestasi sekaligus menarik perhatian pencari bakat.

Bagi masyarakat Sidrap, kehadiran turnamen ini menjadi hiburan sekaligus kebanggaan tersendiri. Stadion Ganggawa yang selama ini menjadi saksi berbagai pertandingan penting kembali dipenuhi sorak-sorai pendukung yang ingin menyaksikan siapa yang mampu memenangkan pertarungan 90 menit di lapangan hijau.

Ketika peluit wasit Abdullah dibunyikan sore ini, seluruh prediksi akan ditinggalkan. Yang berbicara bukan lagi nama besar daerah atau reputasi klub, melainkan siapa yang paling siap memanfaatkan peluang, menjaga konsentrasi, dan mencetak gol pada saat yang tepat.

Di Ganggawa, sore ini, Makassar dan Pinrang tidak hanya bermain sepak bola. Mereka sedang mempertaruhkan kebanggaan.(*)