PALANGKARAYA– Perayaan Milad ke-21 Yayasan Sekolah Islam Terpadu Alqonita Palangkaraya berlangsung meriah. Ratusan wali santri dan warga sekitar berkumpul di Sekolah Alam Alqonita, Jalan Nagasari KM 11, Selasa 16/6/2026. Acara diawali jalan sehat bersama sebelum puncaknya dihadiri Wakil Walikota Palangkaraya, H. Muhammad Zain beserta istri.
Kehadiran orang nomor dua di Kota Cantik itu bukan sekadar seremonial. Ia membawa kabar baik: Pemerintah Kota Palangkaraya siap mendukung pembangunan infrastruktur jalan dan fasilitas lain di kawasan Nagasari.
“Alqonita hadir bukan hanya jadi sekolah. Kehadirannya akan mempercepat pertumbuhan wilayah Nagasari. Ini sekolah alam dengan konsep pendidikan multitalenta yang dibutuhkan Palangkaraya ke depan,” ujar Muhammad Nizar hulaimy S.S., M.Pd saat memberi sambutan sekaligus menanam pohon secara simbolis.
Rangkaian milad dibuka Ketua Yayasan Alqonita, Muhammad Nizar Khulaini, M.Pd. Turut hadir Ustadz Febri, pegiat Sekolah Alam dari Herbalist Indonesia Bogor, yang membagikan konsep sekolah alam modern yang memadukan sains, iman, dan kemandirian.
Dari Sekolah Alam ke Sekolah Kemandirian
Antusiasme warga menjadi catatan penting di hari jadi ini. “Support dari warga luar biasa. Ini bukti Alqonita sudah diterima dan jadi bagian dari Nagasari,” kata Siti Romlah, M.Pd, Kepala SD IT Alqonita yang juga menyampaikan pesan Ketua Pembina, Hajah Ubudiyah.
Di usia ke-21, Alqonita tidak berhenti di pendidikan umum. Sekolah ini sudah menyusun rencana besar untuk berkembang menjadi sekolah kejuruan berbasis kemandirian. Siswa akan dibekali praktik sunnah Nabi, ditambah fasilitas unggulan seperti lapangan pacuan kuda, arena memanah, kolam renang, dan ruang praktik kesehatan.
“Visi kami jelas: melahirkan generasi yang mandiri, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan. Dengan dukungan Pemko soal akses jalan, insyaAllah pembangunan wilayah di sekitar sekolah akan ikut melesat,” pungkas Siti Romlah.
Perayaan milad ini menutup babak baru Alqonita. Dari sekolah alam yang baru dirintis, kini melangkah menjadi pusat pendidikan yang memadukan ilmu, keterampilan, dan karakter.
Laporan: Rahmat Budianto
